Sering Ditinggal Suami yang Jadi Bupati Bandung, Ini Kata Istri Dadang Supriatna
Setelah dilantik menjadi Bupati Bandung, Dadang Supriatna makin punya sedikit waktu untuk keluarganya.
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Setelah dilantik menjadi Bupati Bandung, Dadang Supriatna makin punya sedikit waktu untuk keluarganya.
Waktunya tersita karena melaksanakan tugas sebagai bupati apalagi Kabupaten Bandung sangat luas, terdapat 31 kecamatan yang dihuni sekitar 3,7 juta penduduk.
Lebaran sekarang menjadi lebaran yang pertama bagi Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, setelah dilantiknya menjadi bupati.
Meski berada di rumah dan ada anak, istri, dan sepupunya, Kang DS tetap disibukkan oleh tugasnya pada hari Idul Fitri.
Kang DS, sapaan Dadang Supriatna, mengikuti teleconference bersama Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, dan para bupati serta wali kota se- Jawa Barat.
Baca juga: Lebaran Pertama Jadi Bupati Bandung, Dadang Supriatna Mudik Ke Bojongsoang, Ziarah Ke Makam Orangtua
Selesai teleconference tersebut, Kang DS hanya jeda untuk makan. Selanjutnya, Dadang Supriatna teleconference bersama camat se-Kabupaten Bandung.
Pertemuan dengan gubernur, sesama bupati dan wali kota, serta camat tersebut dilakukan secara virtual karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.
Istri Bupati Bandung, Emma Dety Permanawati, mengatakan Idul Fitri tahun ini sedikit berbeda karena mungkin lebih memperketat protokol kesehatan Covid-19.
"Insyaallah saya selalu siap sedia mendampingi beliau (Kang DS) walaupun dengan kesibukannya yang luar biasa, Insyallah saya selalu mensupport beliau," ujar Emma.
Mudah mudahan, kata Emma, Allah SWT selalu melindungi Kang DS diberikan kesehatan dan terhindar dari Covid-19.
Baca juga: Dadang Supriatna Pidato Pertama sebagai Bupati di Bawah Terik Matahari, Ini yang Disampaikan
"Saya berharap kepada masyarakat Kabupaten Bandung, tetap menjaga protokol kesehatan, walaupun di masa Lebaran (terapkan protokol kesehatan). Jangan sampai ada kluster yang menambah (penularan) Covid-19," kata Emma.
Saat disinggung soal lebih sering ditinggal karena Kang DS makin sibuk sejak menjadi bupati, Emma, mengaku keluarga memang harus siap dan sudah menjadi konsekuensi keluarga.
"Memang kami harus siap ditinggalkan oleh papah (saat tugas) ya, kita insyaallah," katanya.
Ia menyebut Dadang tidak pernah direwelkan oleh anak-anak, karena sudah memberikan pemahaman kepada anak-anaknya. "Siapa beliau (Kang DS) yang dulu dan yang sekarang (anak-anak sudah paham)," ucapnya.