Breaking News:

Wali Kota Bandung dan Kadisbudpar Beda Pendapat Soal Operasional Tempat Wisata Saat Lebaran

Wali Kota Bandung, Oded M Danial, memutuskan menutup tempat wisata saat Idul Fitri sedangkan Disbudpar mengatakan tempat wisata tetap buka

tribunjabar/gani kurniawan
Wali Kota Bandung Oded M Danial di Balai Kota 2 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Masyarakat Kota Bandung dibuat bingung oleh kebijakan Pemerintah Kota Bandung soal operasional tempat wisata saat Idul Fitri

Wali Kota Bandung, Oded M Danial, memutuskan menutup tempat wisata saat Idul Fitri tahun ini. Keputusan itu disampaikan Oded M Danial setelah menggelar rapat terbatas bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) di Balai Kota Bandung, kemarin. 

"Kita imbau untuk ditutup juga, biasanya yang agak ramai itu kebun binatang," ujar Oded, kemarin. 

Hari ini, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar), Kenny Dewi Kaniasari, dan Kepala Bidang Pembinaan Pariwisata Disbudpar, Edward Parlindungan, kompak menyatakan bahwa tempat wisata tetap buka seperti biasa.

Pernyataan Kenny dan Edward itu mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 37, perubahan ke lima atas Perwal nomor 1 tahun 2021 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara Proporsional dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19. 

Dalam Perwal itu disebutkan, tempat wisata seperti Kebun Binatang, taman bertema dan destinasi wisata luar ruangan diperbolehkan. Penanggung jawab wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari
Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari (Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman)

Baca juga: 15.000 Alat Rapid Test Antigen Disiapkan untuk Pelacakan di Tempat Wisata di Jabar

"Kita pegangannya Perwal saja, dalam perwal diperbolehkan buka dengan kapasitas 50 persen, buka dari jam 10.00 WIB sampai 18.00 WIB," ujar Kenny Dewi Kaniasari saat dihubungi, Selasa (11/5/2021).

Menurut Kenny, jika pada pelaksanannya nanti terjadi pelanggaran protokol kesehatan, atau melebihi kapasitas yang sudah diatur dalam Perwal, pihaknya bakal menutup tempat wisata tersebut. 

"Kita lihat perkembangannya, kalau pengunjungnya tidak terkendali, kita akan tutup seperti pusat perbelanjaan saja," kata Kenny Dewi Kaniasari.

Halaman
12
Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved