Breaking News:

Modus Travel Gelap 'Pikat' Pemudik Nekat, Jaminan Tak Terjaring Razia hingga Diantar Sampai Rumah

Jaminan yang dijanjikan travel gelap di antaranya bebas dari razia petugas dan dibawa pulang melalui jalan tikus.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
ILUSTRASI - Polisi melakukan pemeriksaan di perbatasan Sukabumi-Banten untuk mencegah travel gelap, Selasa (4/5/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Berbagai cara dilakukan para sopir travel atau taksi gelap dalam merayu penumpang yang hendak mudik lebaran 1442 Hijriah / 2021 Masehi.

Salah seorang warga Kecamatan Palabuhanratu berinisial IN (27) mengaku pernah menjadi penumpang travel untuk mudik ke kampung halaman tiga hari lalu.

Ia berangkat dari Ciawi, Bogor, menuju Palabuhanratu menggunakan travel yang ia dapat dari media sosial.

Menurutnya, harga yang ditawarkan cukup mahal, yaitu dikisaran Rp 300 ribu.

"Dapat travel di medsos sekitar tiga hari lalu, harga 300 ribu dari Ciawi ke Palabuhanratu," katanya via telepon, Minggu (9/5/2021).

Diberikan Jaminan

IN mengatakan, sang sopir memberikan sebuah jaminan agar tidak dijaring petugas. Karena seperti diketahui, mudik lebaran tahun ini kembali dilarang pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ia menjelaskan, jaminan yang diberikan di antaranya bebas dari razia petugas dan dibawa pulang melalui jalan tikus.

Baca juga: Karena Hal Ini, Polresta Cirebon Tambah Personel di Posko Penyekatan Hingga 3 Kali Lipat

Tak hanya itu, sang sopir juga meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan memintanya mengaku sebagai anggota keluarga ketika terjaring razia petugas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved