Breaking News:

Kerumunan Saat Belanja Jelang Lebaran, Pemkot Salahkan Pengunjung; Masyarakat Tak Sabaran

Pemerintah kota Bandung menyalahkan masyarakat yang tak sabaran untuk belanja jelang lebaran hingga menimbulkan kerumunan

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas mengawasi antrean masuk pusat perbelanjaan Kings Shopping Center di Jalan Kepatihan, Kota Bandung, Minggu (9/5/2021)- Pemerintah kota Bandung menyalahkan masyarakat yang tak sabaran untuk belanja jelang lebaran hingga menimbulkan kerumunan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menganggap masyarakat tidak sabaran saat belanja di pusat perbelanjaan, sehingga terjadi kerumunan di pusat perbelanjaan beberapa pekan lalu. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bandung sampai kewalahan mengantisipasi kerumunan di area pusat perbelanjaan, terutama daerah di Alun-alun Kota Bandung.

Baca juga: Pusat Perbelanjaan di Indramayu Diserbu Pengunjung, Terminal Pun Dijadikan Parkir Kendaraan

Pengunjung antre masuk pusat perbelanjaan Kings Shopping Center di Jalan Kepatihan, Kota Bandung, Minggu (9/5/2021).
Pengunjung antre masuk pusat perbelanjaan Kings Shopping Center di Jalan Kepatihan, Kota Bandung, Minggu (9/5/2021). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Ema Sumarna mengaku telah melakukan koordinasi dengan pengelola pusat pembelanjaan dan menugaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengantisipasi membeludaknya masyarakat untuk berbelanja.

Namun, faktanya kerumunan tetap terjadi di kawasan pusat pembelanjaan, terutama pada akhir pekan lalu. 

Baca juga: Mal dan Pusat Perbelanjaan di Kota Bandung Pelanggar Protokol Kesehatan Siap-siap Disanksi

Penawaran harga spesial menjadi penarik minat berbelanja di Pasar Baru Trade Center, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Minggu (9/5/2021).
Penawaran harga spesial menjadi penarik minat berbelanja di Pasar Baru Trade Center, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Minggu (9/5/2021). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

"Adanya ketidaksabaran dari masyarakat, sehingga potensi kerumunan tetap terjadi. Satgas tetap melakukan penghalauan, tapi tetap kita kewalahan," ujar Ema di Balai Kota Bandung, Senin (10/5/2021).

Emang pun menyangkan sikap masyarakat yang masih abai terhadap protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. 

"Kita sudah tegaskan di dalam perwal (peraturan wali kota) itu maksimum 50 persen. Kerumunan bukan di dalam mal, tapi di luar mal. Saya pikir itu agak sulit," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved