Breaking News:

Keracunan Kulit Sapi di Cianjur

Pasien Diduga Keracunan yang Dirawat di Puskesmas Tinggal Dua Orang, Penyebab Pasti Tunggu Hasil Lab

total pasien yang mengalami gejala keracunan yang ditangani Puskesmas Cibeber berjumlah 29 orang. Dua orang sudah ditangani dr Bima.

Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
Warga Desa Salagedang, Kabupaten Cianjur, mengalami keracunan. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Dokter umum Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Cibeber, Nina Winarti, mengatakan, total pasien yang mengalami gejala keracunan yang ditangani Puskesmas Cibeber berjumlah 29 orang. Dua orang sudah ditangani dr Bima.

"Menurut keterangan sampai saat ini ada 29 orang pasien yang mengalami keracunan makanan," ujat Nina ditemui di Puskesmas Ciranjang, Jumat (7/5/2021).

Nina mengatakan, penyebab keracunan yang dialami warga Desa Salagedang masih menunggu uji sampel di laboratorium.

"Kami belum bisa memastikan penyebabnya karena sedang dilakukan penyelidikan di laboratorium dan hasilnya belum keluar. Ditakutkan ada indikasi penyebabnya berasal dari makanan selain makanan yang umum dikonsumsi masyarakat sebelum mengalami keracunan," katanya.

Nina mengatakan, pasien yang ditangani oleh Puskesmas Cibeber juga berangsur-angsur sudah pulang.

"Saat ini tinggal dua orang lagi pasien yang masih dirawat di puskesmas," katanya.

Sebelumnya, bidan Desa Selagedang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Nuraidah, mengatakan, awalnya hanya satu pasien diduga keracunan yang datang ke kliniknya dengan gejala mual dan muntah serta buang air yang tak henti.

"Awalnya satu pasien, seorang ibu hamil dengan gejala seperti keracunan. Namun cepat dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan yang lebih khusus," katanya, saat ditemui di Kampung Ciaul, Jumat (7/5/2021).

Nuraidah mengatakan, setelah ada satu warga Desa Salagedang terindikasi keracunan, ternyata  warga lainya mengalami gejala yang sama.

"Sampai Kamis malam warga yang mengalami gejala keracunan makanan bertambah banyak. Beberapa pasien berangsur pulih dan ada tujuh orang warga yang dirujuk ke puskesmas serta dua orang dirawat di dr Bima," katanya.

Nuraidah mengatakan, ibu hamil yang keracunan sudah tertangani dan dirawat di RSUD Sayang Cianjur.

Ia mengatakan langsung merujuk mengingat kondisinya yang sedang hamil dan khawatir terganggu kondisi ibu dan bayi yang sedang dikandungnya. (*)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved