Breaking News:

Di Tangan Mang Utis, Limbah Bambu dari Sungai Citanduy Disulap Menjadi Barang Bernilai Seni Tinggi

Limbah atau potongan bambu yang tumbuh atau hanyut di Sungai Citanduy atau Sungai Cipalih menjadi barang bernilai seni dan ekonomis di tangan Utis.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Giri
Tribun Jabar/Andri M Dani
Utis Sutisna alias Mang Utis (56), warga Lingkungan Rancapetir RT 012 RW 24 Ciamis dengan berbagai karya seni berbahan baku limbah bambu dan limbah pohon lainnya. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Limbah atau potongan bambu yang tumbuh atau hanyut di Sungai Citanduy atau Sungai Cipalih menjadi barang bernilai seni dan ekonomis di tangan Utis Sutisna atau Mang Utis (56).

Utis udah 20 tahun memanfaatkan bambu-bambu itu.

Dengan kemahiran tangan, limbah potongan bambu tersebut oleh bapak tiga anak dan kakek dari empat cucu ini diolah jadi tas yang bergaya etnis dengan nilai seni tinggi.

Baik tas bambu bentuk segi empat, tas bulat lazimnya potongan bambu maupun dompet.

Ada lima jenis tas bambu buatan tangan Mang Utis.

Juga ada cangklong, asbak, tempat dupa, kele (tempat air), cashing HP dan lainnya.

Dan tak kalah menarik adalah radio dengan cashing anyaman bambu.

Radio merek National yang masih berfungsi tersebut menjadi unik dan menarik lantaran tampilannya berbeda dari radio biasa.

“Radio ini masih berfungsi. Masih bagus, cukup dengan dua baterai,” ujar Mang Utis kepada Tribun di arena pameran Ramadan Corner di Plaza Kuliner TIC Ciamis, Selasa (4/5/2021) sore.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved