Breaking News:

Ada 36 KIPI Serius Selama Ini, Semua KIPI Disebut Tidak Berhubungan Langsung dengan Vaksinasi

Marion berharap kasus SA merupakan kasus terakhir pada KIPI di Jabar. Tidak ada lagi kasus KIPI ringan maupun berat.

Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
Keluarga Susan Antela (31) guru asal Kampung Pasir Talaga RT 03 RW 06 , Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang alami kelumpuhan usai divaksin 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Daerah Provinsi Jabar siap memfasilitasi SA selama menjalani perawatan di Kota Bandung.

Pemda Provinsi Jabar bisa mengakomodasi SA di rumah singgah yang dikelola Jabar Bergerak maupun Dinas Sosial.

Komite Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Jawa Barat memastikan dugaan KIPI berat yamg dialami SA (31), seorang guru SMA di Kabupaten Sukabumi, seusai menerima vaksin Covid-19, tidak terbukti berhubungan dengan vaksin.

SA didiagnosis menderita Guillain-Barre Syndrome atau GBS yang merupakan penyakit saraf yang jarang ditemukan.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan pihaknya siap membantu SA untuk mendapatkan hunian sementara selama pengobatan di Bandung.

Selebihnya, Daud meminta kasus SA yang ternyata tidak ada kaitannya dengan efek samping vaksin diminta untuk disebarluaskan kepada masyarakat dengan berbagai saluran media sosial milik pemerintah maupun bantuan media massa.

“Kami pastikan bahwa vaksin ini aman kalau pun ada KIPI seperti di Sukabumi ini ternyata bukan karena vaksin melainkan karena GBS,” ujar dia.

Baca juga: Ketua KIPI Jabar Sebut Penyakit yang Dialami Guru Susan Tak Berkaitan dengan Vaksin Covid-19

Daud berharap dengan masih panjangnya proses vaksinasi di Jabar maupun dunia proses skrining kedepan lebih lengkap lagi.

Sementara itu, terkait KIPI di Jabar, Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Barat Marion Siagian mengatakan sejak vaksinasi digelar, terdapat 107 KIPI ringan dan 36 serius. KIPI ringan mayoritas ngantuk, merah di tempat penyuntikan dan juga lapar.

Halaman
1234
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved