Breaking News:

Pengunjung Membeludak, Pusat Perbelanjaan di Sumedang Dikenai Denda, Ini Besarannya

Sanksi denda administratif tersebut dikenakan petugas Satpol PP karena pengunjung yang masuk ke pusat perbelanjaan tersebut sangat membeludak.

Istimewa
Situasi salah satu pusat perbelanjaan di Sumedang, Minggu (2/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang memberikan sanksi denda administratif terhadap salah satu pusat perbelanjaan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, karena melanggar protokol kesehatan, Minggu (2/5/2021).

Sanksi denda administratif tersebut dikenakan petugas Satpol PP karena pengunjung yang masuk ke pusat perbelanjaan tersebut sangat membeludak hingga pengunjungnya tidak bisa menjaga jarak.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Kabupaten Sumedang, Yan Mahal Rizzal, mengatakan, pusat perbelanjaan tersebut dikenai sanksi denda Rp 300 ribu saat pihaknya melakukan patroli penegakan hukum disiplin (gakumlin).

Satpol PP Kabupaten Sumedang saat melakukan patroli ke pusat perbelanjaan di Sumedang.
Satpol PP Kabupaten Sumedang saat melakukan patroli ke pusat perbelanjaan di Sumedang. (Istimewa)

"Di sana dibiarkan pengunjung berkerumun, melebihi kapasitas, tidak memberikan imbauan hingga tidak ada petugas yang mengatur pengunjung untuk menjaga jarak," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Minggu (2/5/2021).

Sanksi denda Rp 300 ribu tersebut, kata Rizzal, diterapkan karena pengelola pusat perbelanjaan itu melanggar Peraturan Bupati (Perbup) nomor 5 tahun 2021 pasal 13 huruf H dan pasal 13 aya 1 dan 2 yang isinya membiarkan orang berkerumun dan tidak menjaga jarak.

"Pengelola pusat perbelanjaan itu harusnya bisa memperhatikan kapasitas di dalam, manakala sudah penuh, pengunjung harus menunggu di luar," kata Rizzal.

Ia mengatakan, pengelola pusat perbelanjaan tersebut dipastikan tidak bisa mencegah terjadinya kerumunan dan tidak menerapkan jaga jarak disaat jumlah pengunjung meningkat.

Rizzal mengultimatum, jika besok hari pengelola pusat perbelanjaan itu tetap tidak bisa mencegah kerumunan saat pengunjung membludak, maka akan dikenakan sanksi yang lebih berat.

"Manakala masih terjadi hal seperti itu, bisa dilakukan sanksi administrasi lanjutan, sampai dengan penutupan atau pencabutan izin operasional usaha," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga telah memberikan sanksi terhadap para pengunjung yang melanggar protokol kesehatan, terutama bagi yang tidak memakai masker. (*)

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved