Breaking News:

Deklarasi Partai Ummat

Kalau Partai Ummat Lolos Jadi Peserta Pemilu, Berarti Amien Rais Masih Banyak Pengikutnya

Amien Rais mendirikan Partai Ummat, ingin mengulang keberhasilannya mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN).

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Hermawan Aksan
Istimewa
Politikus senior Amien Rais saat mendeklarasikan Partai Ummat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Amien Rais mendirikan Partai Ummat, ingin mengulang keberhasilannya mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN).

Bagi politikus PDI Perjuangan yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Ono Surono, apa yang dilakukan Amien Rais sebagai bagian dari hak warga negara.

"Itu haknya Amien Rais. Tentunya mereka harus memenuhi aturan yang harus dipenuhi agar jadi peserta pemilu," ucap Ono saat dihubungi via ponselnya, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Rencana Pendirian Partai Ummat di Kabupaten Bandung Sudah Muncul pada Januari 2021

Baca juga: WAWANCARA EKSKLUSIF Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi, Ketum Partai Termuda

Pendirian partai politik hingga bisa jadi peserta pemilu diatur di Undang-undang Parpol.

Banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

Salah satunya, punya pengurus di provinsi sesuai dengan 75 persen jumlah kota kabupaten tersebut.

Lalu 50 persen jumlah kecamatan di kota kabupaten hingga menyertakan sekurangnya 30 persen keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai tingkat pusat hingga dan daerah.

Lalu punya anggota 1.000 orang atau 1:1.000 orang dari jumlah penduduk pada kepengurusan partai dengan dibuktikan punya KTA dan KTP elektronik.

Soal nama besar Amien Rais bakal berpengaruh terhadap partai baru itu, Ono menyebut, sebelum ke soal membesarkan partai, lebih baik bicara soal pemenuhan syarat jadi partai pemilu.

"Tolok ukur (Amien Rais) masih pengaruh atau tidak itu, dibuktikan dengan lolos jadi peserta pemilu enggak."

"Kalau lolos, berarti pengikutnya banyak. Kalau enggak lolos, sudah sedikit," ucapnya.

Soal persaingan perolehan suara di Jabar jika Partai Ummat lolos pemilu, ia mengaku tidak khawatir.

Sebab, kata dia, partai yang bisa memberikan solusi bagi masyarakat atas masalah kesehariannya akan mendapat tempat.

"Bagaimanapun juga, peran partai itu harus menyelesaikan masalah kerakyatan yang tidak hanya satu urusan saja, tidak hanya segmented," ucap Ono. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved