Deklrasai Partai Ummat

Rencana Pendirian Partai Ummat di Kabupaten Bandung Sudah Muncul pada Januari 2021

Ternyata, sejak Januari 2021 sudah terdapat musyawarah pendirian Partai Ummat di Kabupaten Bandung.

Kompas.com
Amien Rais saat mendeklarasikan Partai Ummat, Kamis (29/4/2021). Ternyata, sejak Januari 2021 sudah terdapat musyawarah pendirian Partai Ummat di Kabupaten Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ternyata, sejak Januari 2021 sudah terdapat musyawarah pendirian Partai Ummat di Kabupaten Bandung.

Menurut salah satu anggota Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional, Kasful Anwar, rencana dibentuknya Partai Ummat di Kabupaten Bandung sudah muncul sejak Januari 2021.

"Saya hadir karena diundang, bersama teman-teman (yang akan) mendirikan Partai Ummat. Kenapa saya sebut teman-teman karena orang-orang PAN," ujar Kasful saat dihubungi Tribun Jabar, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Deklarasi Partai Ummat, Zulkifli Hasan Harus Bergerak Cepat Amankan Para Kader Tetap Bertahan di PAN

Baca juga: WAWANCARA EKSKLUSIF Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi, Ketum Partai Termuda

Kasful mengungkapkan, pada tanggal 21 Januari 2021, pertemuan dihadiri 35 persennya kader PAN dan 65 persen umum, atau dari kelompok agama, seperti Persis, Muhammadiyah, dan NU.

"Dibentuklah panitia pada saat itu, disebut tim pendirian, disaksikan oleh presidium provinsi. Jadi setelah itu anak-anak bekerja di kecamatan-kecamatan sudah banyak kader-kadernya," kata Kasful.

Kasful mengatakan, dia merupakan pendiri PAN di Kabupaten Bandung sehingga tak termasuk kepada struktur Partai Ummat, tapi hanya membantu.

"Saya membantu karena dari (Partai Ummat) provinsi itu datang ke Muhammadiyah. Saya sebagai pengurus Muhammadiyah di provinsi. Jadi awalnya begitu presediun Partai Ummat Jabar adiensi ke Muhammadiyah Jabar, diterimalah oleh Muhammadiyah. Salah satu yang menerima adalah saya," katanya.

Jadi, diakui Kapful, oleh teman-temannya di Kabupaten Bandung ia dianggap tahu persis kondisinya (Partai Ummat).

"Diundanglah pada 21 januari 2021," ucapnya.

Saat ditanya apa alasannya tetap bertahan di PAN padahal banyak kader PAN bergabung dengan Partai Ummat, Kasful mengatakan, pertama ingin memperbaiki PAN yang sebenarnya.

"Jadi PAN itu sebagai partai solid tak boleh bergeser. PAN memang bukan partai Islam, tapi partai kebangsaan sehingga PAN kalau seenaknya akan ditinggalkan orang, salah satu wujud konkretnya, partai ummat 35 persen orang PAN," katanya.

Selain itu, kata Kasfulmengaku, ia merupakan pendiri PAN di Kabupaten Bandung.

"Pada tahun 98 cari orang itu susah, dari 45 kecamatan, mampu (mendirikan PAN) di 27 kecamatan. Saya pernah menjadi ketua PAN (Kabupaten Bandung) terpilih anggota dewan dari PAN," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved