Energi Terbarukan
Ridwan Kamil Dorong Pemuda Tangkap Peluang di Bidang Energi Terbarukan
Cadangan bahan bakar fosil terus menurun dari tahun ke tahun. Padahal, kata Kang Emil, kebutuhan energi untuk kehidupan masyarakat terus naik.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET), Ridwan Kamil, yang juga Gubernur Jawa Barat, mengatakan energi di masa yang akan datang adalah energi terbarukan.
Ketersediaan cadangan bahan bakar fosil terus menurun dari tahun ke tahun.
Padahal, katanya, kebutuhan energi untuk pemenuhan kehidupan masyarakat terus meningkat.
Baca juga: Doni Monardo Minta Emil Antisipasi Kepulangan PMI Jabar yang Habis Kontrak April & Mei, Ada 10 Ribu
Baca juga: Jalan Layang Jalan Jakarta dan Pelajar Pejuang 45 Diserahkan ke Kota Bandung, Emil Minta Maaf
Karenanya, transisi energi mutlak dilakukan demi masa depan.
"Peluang untuk memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) harus mulai dibangun mengingat akan terus ada ketersediaannya sepanjang masa selama masih ada matahari, angin, air, panas bumi dan energi penggerak lainnya," katanya dalam Pelatihan Usaha Pemuda Sektor Energi di Era New Normal yang dihadirkan Dewan Energi Mahasiswa Indonesia di Depok, Jumat, (30/4/2021).
Kang Emil menyampaikan studi dari Standford University bahwa kemandirian energi dengan memulai transisi energi yang mulai digaungkan dari tidak terbarukan menjadi energi terbarukan bisa terwujud pada tahun 2050.
Yang dimaksud memanfaatkan peluang di energi terbarukan, katanya, adalah memaksimalkan proses alam yang berkelanjutan seperti energi air, matahari, angin, dan sumber energi bergerak lainnya.
“Saya optimistis kemandirian energi dengan energi terbarukan bisa dicapai."
"Saat ini masih dalam proses transisi sehingga kita harus melakukan langkah awal."
"Karena di situlah peluang bisnis untuk pemuda ini banyak sekali."
"Mari kita bersemangat memanfaatkan peluang tersebut, bahkan bisa menjadi sumber profesi atau sumber karier baru,” kata Kang Emil.
ADPMET, menurut Kang Emil, bisa menjadi wadah bagi mereka yang ingin memulai menangkap peluang untuk kemandirian energi di masa yang akan datang, baik untuk skala kecil maupun besar.
Kampung adat di Desa Sinaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, katanya, bisa menjadi contoh satu di antaranya.
Sejak 2017, masyarakat kampung tersebut sudah bisa menikmati listrik melalui tenaga air sungai yang dikembangkan secara mandiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ridwan-kamil-dan-doni-monardo.jpg)