Breaking News:

Doni Monardo Minta Emil Antisipasi Kepulangan PMI Jabar yang Habis Kontrak April & Mei, Ada 10 Ribu

Ada lebih dari 10 ribu PMI asal Jawa Barat yang kontraknya habis di bulan April dan Mei ini.

Doni Monardo Minta Emil Antisipasi Kepulangan PMI Jabar yang Habis Kontrak April & Mei, Ada 10 Ribu
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustras PMI Mudik Lebaran. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, Eriawati (kaus putih) bersama adiknya, Suryani tiba di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat (26/8/2011). TKI yang sudah bekerja selama 7 tahun sebagai cleaning service pada sebuah perusahaan di Kajang, Malaysia ini memilih mengisi waktu libur lebaran selama dua minggu dengan mudik ke kampung halamannya di Indramayu.

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, meminta Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengantisipasi kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) yang kontrak kerjanya habis pada April - Mei 2021.

Bahkan, pria yang juga menjabat BNPB itu pun secara khusus meminta Kang Emil mengawasi dan menyiapkan ruang karantina bagi para PMI yang kembali ke Tanah Air.

Pasalnya, menurut dia, Jawa Barat berada di urutan kedua setelah Jawa Timur sebagai daerah yang paling banyak menjadi kampung halaman yang masa kontraknya segera berakhir tersebut.

Baca juga: Bukan Tidak Boleh Silaturahmi, Larangan Mudik Cegah Terjadi Tsunami Covid-19 Seperti di India

Baca juga: Tsunami Covid-19 India Bisa Terjadi di Indonesia, Mudik Merasa Aman atau Mati Konyol?

Doni menambahkan, sebanyak 5.186 PMI asal Jabar yang kontraknya berakhir pada April 2021, sedangkan pada Mei 2021 terdapat 5.111 PMI yang kontrak kerjanya habis.

"Secara garis besarnya ada 29 provinsi yang diprediksi menerima kepulangan PMI ini, tapi yang terbanyak Jatim, Jabar, dan Jateng," ujar Doni Monardo saat Rakor Penanganan Covid-19 Wilayah Jawa Barat di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Kamis (29/4/2021).

Ia mengatakan, totalnya terdapat 49.682 PMI yang kontrak kerjanya berakhir pada April - Mei 2021. Mereka bekerja di sejumlah negara dari berbagai belahan dunia.

Bahkan, pihaknya sempat memeriksa ribuan PMI yang pulang ke Indonesia pada awal bulan ini, dan hasilnya 2.000-an orang dinyatakan positif Covid-19.

Para PMI yang terkonfirmasi positif terpapar virus corona itupun langsung dikarantina selama lima hari kemudian diperiksa swab test ulang.

Hasil swab test ulang tersebut menyatakan sebagian PMI dinyatakan negatif, dan terdapat 850-an orang yang masih terkonfirmasi positif Covid-19.

"Bisa dibayangkan kalau ada puluhan ribu PMI yang pulang ke Indonesia, dan mereka lolos pemeriksaan," kata Doni Monardo.

Karenanya, Doni meminta Emil benar-benar mengantisipasi kepulangan PMI dan menyiapkan tempat karantina khusus untuk mereka.

Ia juga meminta pengawasan ekstra ketat dari pihak penyelenggaran kekarantinaan di seluruh bandar udara se-Indonesia.

Dari mulai turun dari pesawat hingga masuk ke terminal penjemputan harus diawasi semaksimal mungkin sehingga tidak ada lagi orang yang tidak melalui karantina sepulang dari luar negeri.

"Kami berharap, keluarga PMI memahami kebijakan ini, dan jangan curi-curi karena karantina itu wajib," ujar Doni Monardo.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved