Pernah Nangkring Berjam-jam di Atas Pohon Kelapa, Kakek di Karawang Ditemukan Gantung Diri
Pernah diselamatkan dari percobaan bunuh diri di atas pohon kelapa, Enjuh Suherman alias kakek Encung (65) ditemukan tewas gantung
Penulis: Irvan Maulana | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi
TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG- Pernah diselamatkan dari percobaan bunuh diri di atas pohon kelapa, Enjuh Suherman alias kakek Encung (65) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Karawang.
Kapolsek Pangkalan, AKP Abdul Wahab Syahroni, mengatakan, pada12 April lalu, kakek Encung melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menaiki pohon kelapa.
Saat itu, polisi dan petugas pemadam kebakaran dapat menggagalkan usaha bunuh itu dan mengevakuasi kakek Encung.
Pada Jumat (30/4/2021) sekitar Pukul 07.45 WIB, kakek Encung ditemukan tewas gantung diri di rumahnya.
Wahab mengatakan, pertama kali Encung ditemukan oleh saksi bernama Salam (67). Saat itu, Salam mendatangi rumah korban. Ia memanggil korban tiga kali, tapi kakek Encung tidak menjawab.
Karena penasaran, Salam kemudian mendobrak pintu rumah Encung. Setelah masuk, ia menemukan tubuh Encung sudah tidak bernyawa, menggantungkan diri di kusen kamar.
Wahab mengatakan, keluarga korban telah menerima atas meninggalnya Encung karena musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi jenazah kakek itu.
Baca juga: Coba Bunuh Diri, Kakek Encung Nangkring di Pohon Kelapa Sejak Sore sampai Malam
Pada 12 April 2021, sebuah pohon kelapa di Dusun Sirnasari, Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang tiba-tiba menjadi perhatian warga sekitar.
Bukan karena keanehan atau kelangkaan pohon kelapa itu, tapi karena ada kakek di atas pohon itu selama berjam-jam.
Kakek yang berada di atas pohon kelapa itu adalah Encung Suherman (65), pria yang sedang berusaha bunuh diri. Pada Sabtu sekita pukul 16.30 WIB, sambil membawa sebilah golok, Encung menaiki pohon kelapa.
Selama berjam-jam, ia tidak menuruni pohon tersebut. Encung sudah diminta aparat, warga dan keluarga untuk turun, namun justru mengancam akan melompat.
Suara serak dari pengeras suara terus terdengar. "Bapak tolong, ayo turun. Bunuh diri merupakan perbuatan yang paling berdosa. Mari kira bicarakan baik-baik segala permasalahannya. Saya yakin tiap masalah pasti ada solusinya," kata Kapolsek Pangkalan AKP Abdul Wahab Syaroni yang terus berusaha meyakinkan Encung untuk turun.
Baca juga: Tetangga Kaget Setengah Mati Dengar Kabar DRY Bunuh Diri dan Bunuh 2 Anaknya: Dia Orangnya Baik
Hampir tiga jam Wahab membujuk kake Encung menggunakan pengeras suara, namun Encung tetap berada di atas pohon.
"Memang ada masalah rumah tangga, sehingga mengalami depresi," katanya.
Karena Encung yang tetap bertahan di atas pohon, Wahab kemudian memakai cara lain agar Encung bisa diselamatkan. Jaring-jaring pengamanan pun dipasang di sekitaran pohon kelapa.
Setelah itu, polisi berkoordinasi dengan BPBD dan Damkar. Dari bawah, Encung mulai disemprotkan air hingga membuat dirinya pingsan di atas pohon.
Sekitar Pukul 21.40, Encung yang tak sadarkan diri di atas pohon kelapa dievakusi dan dibawa ke Puskesmas setempat untuk dirawat.
"Sebelumnya Encung pagi-pagi mendatangi rumah ponakannya dan meminta maaf kepada ponakannya," kata Wahab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/tambang-untuk-gantung-diri_20160425_154647.jpg)