Breaking News:

Partai Ummat di Jawa Barat

PAN Anggap Sah-sah Saja Kalau Partai Ummat Berdiri di Kota Banjar, Kini Masih Sunyi Senyap

Ketua DPD PAN Kota Banjar, Bambang Prayogi, mengatakan, menjadi hal yang biasa jika Partai Ummat ada dan berdiri di Kota Banjar.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Giri
Kompas.com
Amien Rais mendeklarasikan Partai Ummat. Kepengurusan Partai Ummat akan terbentuk di 23 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Namun, menurut politisi PAN, belum ada tanda-tanda pergerakan di Kota Banjar. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Ketua DPD PAN Kota Banjar, Bambang Prayogi, mengatakan, menjadi hal yang biasa jika Partai Ummat ada dan berdiri di Kota Banjar.

“Itu kan hak politik dalam berdemokrasi. Ya sah-sah saja kalau Partai Ummat ada di Kota Banjar,” ujar Ketua DPD PAN Kota Banjar, Bambang Prayogi, kepada Tribun, Sabtu (1/5/2021).

Namun sampai saat ini, kata Bambang, belum ada tanda-tanda maupun riak-riak Partai Ummat akan berdiri di Kota Banjar.

“Bahkan belum ada yang ngobrolin soal Partai Ummat di Kota Banjar. Saya sudah bertemu sejumlah tokoh Muhammadiyah di Kota Banjar termasuk perngurus PDM,” katanya.

Menurut Bambang, sejak ditetapkan dan dilantik sebagai Ketua DPD PAN Kota Banjar periode 2021-2026, Kamis (22/4) lalu, ia juga sudah bertemu dan bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh senior PAN di Kota Banjar.

Baca juga: Banyak Kader PAN dan Alumni 212 Bergabung dengan Partai Ummat di Karawang, Deklarasi Tunggu Pusat

“Saya juga sudah bertemu dan bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh senior PAN maupun yang sudah tidak lagi di PAN. Hari ini saya bertemu Pak Anwar Karim, dulu senior di PAN, sempat pindah ke Demokrat. Banyak  yang sudah saya temui. Tapi sampai saat ini belum ada yang ngomongin soal Partai Ummat. Sampai saat ini belum ada riak-riaknya,” ujar Bambang yang juga anggota DPRD Kota Banjar dari Fraksi PAN ini.

Baca juga: Soal Partai Ummat, Ini Respons Tokoh Muhammadiyah dan Kepala Bakesbangpol Kuningan

Bila nanti Partai Ummat akhirnya berdiri di Kota Banjar, menurut Bambang, hal tersebut adalah suatu hal yang  wajar dan sah dalam berdemokrasi.

“Tetapi sampai sekarang masih sunyi senyap,” katanya. (andri m dani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved