Rabu, 8 April 2026

Masjid Agung Al-Imam Jadi Saksi Perkembangan Islam di Majalengka

Masjid Al Imam dapat dikatakan sebagai saksi sejarah perkembangan agama Islam di Kabupaten Majalengka.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Potret Masjid Agung Al-Imam Majalengka saat ini. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Masjid Agung Al-Imam Majalengka telah mengalami beberapa kali perubahan, sebelum terlihat seperti sekarang ini.

Hanya satu yang tidak berubah, yakni fungsi masjid sebagai pusat pengembangan agama Islam di Kabupaten Majalengka hingga saat ini.

Masjid Al Imam dapat dikatakan sebagai saksi sejarah perkembangan agama Islam di Kabupaten Majalengka.

Baca juga: Profil Pasukan Setan Baret Hijau, Prajurit TNI Sniper Siap Menumpas Kelompok Separatis KKB di Papua

Dihimpun dari berbagai sumber, masjid kebanggaan masyarakat Majalengka ini bila dihitung dari awal pembangunan usianya sudah lebih dari 100 tahun.

Bangunan yang berdiri kokoh di jantung Kota Majalengka ini awalnya hanya sebuah masjid kecil, hanya mampu menampung jemaah dengan jumlah terbatas.

Seiring dengan makin bertambahnya jemaah, maka dilakukan perbaikan dan perluasan oleh Kyai Imam Safari, yang menjabat sebagai penghulu kabupaten saat itu.

”Awalnya Al-Imam ini adalah masjid kecil berbentuk bangunan panggung. Penyempurnaan mulai dilakukan oleh tokoh agama Islam Majalengka Kyai Imam Safari yang saat itu menjadi penghulu kabupaten,” ungkap H Lili Solihin, Sabtu (1/5/2021).

Baca juga: Sebelum Salat Tarawih di Masjid, Bacalah Doa Masuk Masjid, Lengkap dengan Artinya

Mantan Ketua DKM Al-Imam ini menjelaskan, berdasarkan catatan pada awal pembangunannya, masjid yang sekarang terlihat kokoh dan megah itu hanyalah masjid biasa yang berbentuk panggung.

Ketika Kyai Imam Safari yang menjabat sebagai penghulu kabupaten, lanjut dia, muncul gagasan serta keinginan untuk melakukan renovasi masjid.

Renovasi serta perluasan dilakukan karena semakin padatnya jemaah serta kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh umat Islam waktu itu.

“Keberadaan Masjid Al-Imam ini semakin menggairahkan aktivitas keagamaan di Kabupaten Majalengka, termasuk banyak para kyai dan ulama dari daerah yang melakukan kegiatan di Masjid Al Imam," ucapnya.

Seiring dengan perjalanan waktu, renovasi kembali dilakukan pada tahun 1888.

Renovasi masjid kali ini dipimpin oleh Kyai Hasan Basyari.

Renovasi yang dilakukan sekitar tahun 1888  tidak mengubah bentuk asli dari bangunan masjid yang berbentuk panggung.

Baca juga: Viral Video Gotong Royong Warga Mengangkat Fondasi Masjid Terapung, Bikin Warganet Haru dan Bangga

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved