Penyidik Densus 88 Masih Mendalami Keterlibatan Munarman dalam Kasus Terorisme

Diperiksa sebagai tersangka dugaan tindak pidana terorisme, Munarman belum diperbolehkan bertemu dengan kuasa hukum ataupun keluarga.

Istimewa
Mantan Sekretaris Umum FPI Munarman ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri, Selasa (27/4/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Densus 88 Antiteror Polri sudah tiga hari memeriksa mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman di Polda Metro Jaya.

Diperiksa sebagai tersangka dugaan tindak pidana terorisme, Munarman belum diperbolehkan bertemu dengan kuasa hukum ataupun keluarga.

"Penyidik Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan terkait keterlibatan (M dalam) aksi terorisme  di beberapa wilayah di Indonesia," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/4/2021).

Sejauh ini,  Ahmad masih belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan Munarman. Dia menunggu kabar dari Densus 88.

"Termasuk keterlibatannya ( Munarman ) di jaringan terorisme. Kenapa belum update tentang penanganan saudara M? Kami sampaikan bahwa penyidik terus melakukan pengembangan," kata Ahmad Ramadhan.

Baca juga: Aksi Menutup Mata Munarman Dipertanyakan, Ini Penjelasan Polisi, Juga Mengenai Borgol

Sebelumnya, mantan Sekretaris Umum FPI Munarman ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri di rumahnya di Perumahan Modernhills, Pamulang, Tangerang Selatan pada Selasa 27 April 2021 sekitar pukul 15.00 WIB.

Pengacara Muhammad Rizieq Shihab itu diduga terlibat dalam jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Kombes Ahmad Ramadhan menyatakan Munarman diduga kuat terlibat dalam jaringan terorisme di tiga daerah sekaligus.

"Jadi terkait dengan kasus baiat di UIN Jakarta, kemudian juga kasus baiat di Makassar, dan mengikuti baiat di Medan. Jadi ada tiga itu," kata Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Untuk kasus baiat teroris di Makassar, kata dia, mereka merupakan jaringan kelompok teroris JAD. Jaringan ini biasa dikenal terafiliasi dengan ISIS.

"Baiat itu yang di Makassar itu yang ISIS. Kalau UIN Jakarta dan Medan belum diterima," ujar Ahmad Ramadhan.

Baca juga: Doa yang Dipanjatkan Habib Rizieq Shihab Saat Tahu Munarman Ditangkap Densus 88

Polri Sebut Punya Bukti Kuat

Kepolisian RI memastikan memiliki alat bukti yang kuat saat menangkap mantan sekretaris umum FPI Munarman dalam dugaan tindak pidana terorisme.

Ahmad menyebut penyidik telah melakukan gelar perkara, tak hanya sekali, sebelum menetapkan Munarman sebagai tersangka.

"Gelar perkara tersebut untuk menentukan apakah yang bersangkutan memenuhi syarat untuk dijadikan tersangka. Tentu gelar perkara tersebut bukan satu kali," kata Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (29/4/2021).

Ia menyatakan penyidik Polri juga telah menelusuri berbagai hal yang mengarah adanya keterlibatan M dalam tindak pidana terorisme, termasuk sejumlah dugaan perencanaan aksi yang dilakukan Munarman dalam kegiatan yang diduga berkaitan dengan aksi terorisme.

"Jadi bukan ujug-ujug langsung gitu. Dan juga tidak kita, jadi benar-benar dan pasti diawali dengan gelar perkara. Memenuhi unsur-unsur ditetapkan sebagai tersangka dan baru dilakukan penangkapan," kata Ahmad Ramadhan. (Penulis: Igman Ibrahim)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polri Masih Dalami Keterlibatan Munarman Dalam Aksi Terorisme

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved