Breaking News:

Gara-gara Temukan Cincin, Seorang Bocah di Sumedang Dibawa ke UPTD Damkar

Seorang bocah dibawa ke UPTD Pemadam Kebakaran karena cincin yang ditemukannya tak bisa dilepas.

istimewa
Petugas Damkar saat melelaskan cincin dari jari seorang bocah di Tanjungsari, Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Seorang bocah asal Desa Mekarsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terpaksa dibawa ke UPTD Pemadam Kebakaran Kecamatan Tanjungsari untuk melepaskan sebuah cincin dari jarinya, Kamis (29/4/2021) malam. 

Bocah bernama Dimas (9) tersebut dibawa sang ayah, Edi (41) sekitar pukul 22.34 WIB, setelah cincin yang digunakannya tidak bisa terlepas hingga menyebabkan jarinya membengkak.

Edi mengatakan, kejadian tersebut bermula saat cincin berbahan stainless itu ditemukan sang anak ketika bermain.

Baca juga: VIDEO-Ibu Hamil Hendak Persalinan Minta Tolong ke Petugas Damkar untuk Melepaskan Cincin di Jarinya

Baca juga: Terlalu Lama Pakai Cincin, Hotline Manalu Datangi Mako Pemadam Kebakaran Kota Cimahi

Dimas lalu iseng cincin itu dipasangkan ke jarinya.

"Tadinya sedang main setelah berbuka puasa, nemu cincin, iseng dimasukkan (ke jari), dipaksa," ujar Edi di UPTD Pemadam Kebakaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Sayangnya, keisengan Dimas justru membuat jarinya sakit karena cincin tersebut sulit dibuka dari jari manisnya setelah empat jam dia menggunakan cincin tersebut.

"Langsung panik semua, tadinya mau saya bawa ke Bandung langsung. Baru ingat di dekat Alun-alun Tanjungsari ada damkar, ya langsung saya bawa ke sini," katanya.

Sementara itu, Danru Damkar Tanjungsari, Riki, mengatakan, petugas damkar Tanjungsari berhasil melepaskan cincin yang tersangkut di jari Dimas setelah berusaha selama 30 menit.

"Evakuasi berjalan lancar, alhamdulillah, dari tangan (korban) juga tidak ada luka karena baru beberapa jam saja," ujar Riki.

Petugas damkar, kata Riki, terpaksa menggunakan pemotong cincin karena jari sudah bengkak dan cincin tidak mungkin dilepaskan tanpa dipotong.

Edi pun dapat pulang dengan perasaan lega setelah cincin tersebut berhasil terlepas dari jari sang anak.

"Alhamdulillah, terima kasih pada petugas yang sudah membantu. Kami sudah panik tadi. Alhamdulillah bisa lepas," katanya.

Selama tahun 2021, Riki mengatakan, sudah ada setidaknya 10 laporan kasus cincin tersangkut di jari yang masuk ke Damkar Kabupaten Sumedang.

"Sudah ada 10 laporan. Alhamdulillah semuanya aman dan lancar," ucap Riki.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved