Breaking News:

Nikmati Segarnya Es Ciming Khas Purwakarta, Menu Pas untuk Berbuka Puasa

Bahan-bahan yang ada pada es ciming terdiri dari cendol, kacang ijo, kelapa muda, dan cincau. Lalu dicampur dengan susu juga gula pasir.

Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama
es ciming khas Purwakarta 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Bingung mau berbuka dengan yang manis-manis? Nih, cobain deh es ciming khas Purwakarta. Es memang menjadi salah satu pilihan umat Islam saat berbuka puasa.

Bahan-bahan yang ada pada es ciming terdiri dari cendol, kacang ijo, kelapa muda, dan cincau. Lalu dicampur dengan susu juga gula pasir.

Salah seorang pemilik warung es ciming, Yaya Surya mengatakan bahwa es ciming ini menjadi ciri khasnya ialah menggunakan gula pasir asli. Sehari-hari, Yaya menjual es ciming di Jalan Jenderal Sudirman atau sekitar Pasar Jumat, Purwakarta.

Baca juga: Pertamina Sebut Ganti Rugi Immaterial dan Psikis Sulit Diukur dengan Rupiah, Kecuali Perawatan

"Alhamdulillah menjelang berbuka banyak pelanggan mulai berdatangan ke sini untuk membeli minuman segar sebagai menu berbuka puasa," katanya, Kamis (29/4/2021).

Anda yang belum mencobanya pasti menyesal. Di samping rasanya nikmat, ternyata dari harganya pun cukup terjangkau dengan satu porsinya Rp 14 ribu.

Es Ciming merupakan minuman khas Purwakarta yang memang sudah ada sejak 1970 dimulai oleh seseorang yang bernama Ciming. Awalnya, es ini dinamakan dengan sebutan es Asia. Tapi, namanya tak membuat familiar diingat sehingga namanya pun diganti menjadi es ciming.

"Dulu Pak Ciming berjualannya pakai gerobak. Tapi, pada 1970 pindah ke sini," katanya yang merupakan anak dari Ciming.

Baca juga: Cara Membuat Kolak Biji Salak yang Empuk dan Nikmat, Cocok untuk Takjil Menu Buka Puasa

Saat memulai usaha es Cimingnya ini, Yaya menceritakan ayahnya sempat alami jatuh bangun sebelum dikenal masyarakat pada era 80-an sampai 2000 yang menjadi era keemasan es Ciming.

"Kami bisa habiskan banyak es ciming pada tahun 2000. Tapi, sekarang sehari hanya 50 porsi karena memang sudah banyak saingan," ujarnya.

Es ciming di kedai Yaya ini, dia menegaskan tetap mempertahankan kualitas dan ciri khas es ciming dari dulu sampai sekarang yakni menggunakan gula pasir asli agar menjadi daya tarik di tengah persaingan pasar dagang.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved