Selasa, 14 April 2026

Gubernur Jabar: Jangan Mudik, Jangan Terlena, Berkaca Pada Tsunami Covid-19 di India

Penyebaran Covid-19 di Jabar terkendali, Emil ingatkan jangan terlena dan jangan mudik. Berkacalah pada tsunami Covid-19 di India.

Istimewa
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengikuti rakor virtual kepala daerah seluruh Indonesia bersama Presiden RI dari kantor Badan Penghubung Jabar di Jakarta, Rabu (28/4/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan masyarakat dan setiap Satgas Penanganan Covid-19 di Jawa Barat jangan sampai terlena dengan penyebaran Covid-19 yang sudah cenderung terkendali di Jawa Barat.  

Jangan sampai, katanya, penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Jawa Barat malah jadi kendor.

Siapa pun harus mencegah kejadian tsunami Covid-19 di India terjadi di Jawa Barat.

Baca juga: Bukan Tidak Boleh Silaturahmi, Larangan Mudik Cegah Terjadi Tsunami Covid-19 Seperti di India

Baca juga: Tsunami Covid-19 India Bisa Terjadi di Indonesia, Mudik Merasa Aman atau Mati Konyol?

Pengendalian Covid-19 di Jawa Barat, katanya, memang lebih terkendali.

Tapi jika melihat kasus di India yang sempat mengumumkan mereka menang melawan Covid-19, hal ini bisa menjadi bumerang.

"Akhirnya masyarakat euforia dan menurunkan kedisiplinan, sekarang India mengalami peningkatan kasus Covid-19, dan mengalami sampai tiga kali lipat dari sebelumnya," kata Gubernur melalui webinar uji usap antigen dari Kota Cirebon, Kamis (29/4/2021).

Sebelum ada kepastian pandemi Covid-19 berakhir, katanya, masyarakat harus tetap hidup beradaptasi dengan menerapkan 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas.

"Sedangkan pemerintah melakukan 3T (testing, tracing, and treatment) salah satunya ingin meningkatkan kapasitas testing, sehingga kalau dipastikan testing maksimal, kita bisa menekan penyebaran," katanya.

Ridwan Kamil mengatakan penambahan kasus Covid-19 di Jawa Barat per minggunya kini rata-rata sekitar 9 ribu kasus.

Padahal di awal tahun lalu, bisa mencapai 28 ribuan kasus per minggu.

"Angka kematian akibat Covid-19 di Jabar 1,2 sampai 1,3 persen, setengah dari angka kematian rata-rata di Indonesia. Sebanyak 99 persen pasien ini sembuh dan dalam proses penyembuhan. Fisik orang-orang Jabar memang sehat-sehat sehingga daya tahan bisa lebih baik. Provinsi lain (angka kematiannya) dua sampai tiga kali lipat Jabar," katanya.

Keterisian rumah sakit di Jabar pun, katanya, sudah lebih baik.

Dari awalnya di atas 80 persen terisi di awal tahun, jadi sekitar 40 persen di akhir April 2021.

Namun demikian, indikator-indikator positif ini jangan sampai membuat masyarakat kendor menerapkan prokes.

"Mudik ini potensi kasus meningkat. Kami tidak mau cerita (libur akhir tahun) terulang di mudik tahun ini. Saya meminta masyarakat menggunakan medsos dan instagram untuk sampaikan tidak mudik," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved