Jumat, 8 Mei 2026

Ridwan Kamil: Memaksa Mudik, Indonesia Bisa Bernasib Seperti India

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memperingatkan ledakan kasus Covid-19 seperti di India bisa terjadi di Indonesia jika warga tidak patuh.

Tayang:
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Hermawan Aksan
Istimewa
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengikuti rakor virtual kepala daerah seluruh Indonesia bersama Presiden RI dari kantor Badan Penghubung Jabar di Jakarta, Rabu (28/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memperingatkan ledakan kasus Covid-19 seperti di India bisa terjadi di Indonesia jika warga tidak patuh dengan memaksa mudik pada Lebaran tahun ini.

Warga Jabar diminta mematuhi aturan pemerintah dengan tidak mudik pada waktu yang ditentukan. 

Ditemui seusai rapat koordinasi kepala daerah seluruh Indonesia bersama Presiden RI secara virtual, Gubernur menuturkan Presiden khawatir jika aktivitas masyarakat tidak dibatasi karena merasa sukses vaksinasi, Indonesia akan bernasib sama seperti India.

Baca juga: MUI Jawa Barat Belum Keluarkan Kebijakan soal Salat Idul Fitri 1442 H, Ini Alasannya

Baca juga: Rakor Bersama Presiden Jokowi, Kota Bandung Diingatkan Hal Ini

"Presiden punya rasa kekhawatiran terkait mudik. Berkaca pada India yang merasa sukses kemudian terjadi pelonggaran. Tadi Presiden menitipkan agar mudik betul-betul dilarang dan diperketat," ujarnya di kantor Badan Penghubung Jabar di Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Menurut Gubernur, pemerintah melarang mudik bukan untuk menghalangi silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, tapi melindungi masyarakat dalam kerangka yang lebih besar, yakni keselamatan bangsa dan negara.

Sejak instruksi larangan mudik dikeluarkan pemerintah pusat, Jabar sudah menyiapkan strategi pembatasan penyekatan di sejumlah titik guna mengantisipasi pergerakan pemudik.

"Jabar sudah menyiapkan rencana pembatasan penyekatan di jalan utama dan jalan tikus," katanya.

Kondisi di India saat ini kian memprihatinkan.

Media bahkan menyebutnya dengan istilah tsunami Covid-19.

Kini di negara itu kasus positif per hari mencapai 300.000 orang dan meninggal 200.000 orang.

Tiap dua jam ada 115 pasien meninggal.

Para petugas di pusat krematorium kewalahan karena terus menerima jenazah.

Otoritas setempat mempertimbangkan jenazah dibakar di jalanan jika krematorium penuh. 

Selain mudik, rakor juga membahas vaksinasi dan pemerintah pusat meminta pemerintah daerah meningkatkan cakupan.

Adapun pengadaan vaksin akan terus diupayakan oleh pemerintah pusat.

"Tadi juga diingatkan vaksinasi harus terus ditingkatkan. Tugasnya dibagi dua, pusat mengurusi sumber vaksin dan daerah mengurusi keberasilan penyuntikan," tutur Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Terkait pemulihan ekonomi, Presiden Jokowi meminta dua hal kepada pemerintah daerah.

Pertama, menggenjot belanja daerah. Kedua, memudahkan investasi.

Menanggapi hal itu, Kang Emil berujar bahwa peningkatan belanja daerah menjadi prioritas pembangunan Jabar 2021 guna memulihkan ekonomi.

"Semua sesuai dengan rencana kita, kebut belanja, investasi juga masih nomor satu dan vaksinasi masih terus kita tingkatkan, tinggal fokus pada penanganan mudik saja," kata Gubernur. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved