Jumat, 24 April 2026

Uu Ruzhanul Bicara Tentang Lansia, ''Ingin Dihormati Anak, Hormati Orang Tua''

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan salah satu hal yang paling dibutuhkan oleh lansia adalah perhatian, kasih sayang, dan kepedulian.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum membuka Webinar Nasional Atensi bertajuk "Lansia Bahagia, Sejahtera dalam Kesetaraan", Selasa (27/4/2021). Uu mengatakan salah satu hal yang paling dibutuhkan oleh lansia adalah perhatian, kasih sayang, dan kepedulian, dari semua pihak, terutama keluarga. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menghadirkan inovasi untuk menjaga lansia tetap bermartabat dan sejahtera di hari tuanya.

Perhatian dalam bentuk materi dan nonmateri pun terus disalurkan.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan salah satu hal yang paling dibutuhkan oleh lansia adalah perhatian, kasih sayang, dan kepedulian, dari semua pihak, terutama keluarga.

Baca juga: Deretan Ucapan Selamat Berbuka Puasa Ramadan 1442 H untuk Pacar, Teman, dan Keluarga

Baca juga: Ratu dan Perdana Menteri Sunda Empire Hirup Udara Bebas, Belum Diketahui Keberadaannya

"Sangat penting memberikan pemahaman bahwa sebaik-baiknya orang tua harus diberi kasih sayang oleh keluarga sendiri," kata Pak Uu, sapaan Wagub Jabar, saat membuka Webinar Nasional Atensi bertajuk "Lansia Bahagia, Sejahtera dalam Kesetaraan", Selasa (27/4/2021).

Guna menumbuhkan kesadaran tersebut, kata Pak Uu, tokoh masyarakat dan tokoh agama memiliki peran penting dalam sosialisasi dan edukasi.

Apalagi, memberikan kasih sayang kepada orang tua memiliki nilai ibadah.

"Kalau kita ingin dihormati oleh anak, kita harus menghormati orang tua, Pemda Provinsi Jabar intens memberikan pelayanan terbaik kepada lansia, termasuk dalam program vaksinasi Covid-19," katanya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dodo Suhendar, mengatakan jumlah warga lanjut usia atau lansia di Jawa Barat yang terlantar hingga 2020 tercatat sebanyak 724.546 jiwa, atau 15 persen dari 4,8 juta lansia Indonesia.

Dari jumlah lansia yang terlantar tersebut, baru 31,53 persen atau 228.514 jiwa lansia, yang terlayani dan mendapat pelayanan dari panti milik pemerintah serta swasta, juga mendapatkan program keluarga harapan (PKH).

Menurut Dodo, penanganan lansia di Jabar masih perlu ditingkatkan agar jumlah lansia yang telantar bisa ditekan.

Tugas tersebut bukan hanya menjadi kewajiban pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab generasi muda, keluarga, dan juga berbagai pihak.

Lansia, katanya, berpotensi mengalami kurang gerak, mudah jenuh, gangguan kesehatan, gangguan intelektual atau dimensia, gangguan nutrisi, gangguan pendengaran penglihatan, tidak memiliki penghasilan, menderita penyakit, sampai mengisolasi diri.

Inilah yang membuat mereka rentan terganggu kebahagiaannya.

“Untuk itu kami kerja sama dengan Lembaga Lansia Indonesia (LLI Jabar) dan beberapa tokoh mengadakan webinar dengan tujuan sosialisasi Permensos Nomor 16 Tahun 2020 tentang Asistensi Rehabilitasi Sosial, kemudian meningkatkan kepedulian masyarakat khususnya milenial terhadap lansia agar mereka bahagia, meningkatkan kepedulian dengan mengkonsolidasikan berbagai program menuju provinsi Jabar yang ramah lansia,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved