Senin, 20 April 2026

Imbas Larangan Mudik, Ribuan Santri Ponpes di Indramayu Akan Dipulangkan Lebih Awal

Ribuan santri di Pondok Pesantren Darul Ma’arif di Desa Kaplongan Lor, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu akan dipulangkan lebih awal

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Siti Fatimah
istimewa
ilustrasi - Santri Pondok Pesantren Al-Mizan di Majalengka. Imbas larangan mudik, Ribuan santri di Pondok Pesantren Darul Ma’arif di Desa Kaplongan Lor, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu akan dipulangkan lebih awal. 

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Ribuan santri di Pondok Pesantren Darul Ma’arif di Desa Kaplongan Lor, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu akan dipulangkan lebih awal.

Hal ini, imbas dari larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pada lebaran tahun ini.

Direktur Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Ustaz BA Faisal Hasri mengatakan, para santri itu dijadwalkan akan dipulangkan secara bertahap untuk menghindari terjadinya kerumunan.

Baca juga: WAWANCARA KHUSUS Uu Ruzhanul Ulum Soal Larangan Mudik di Jabar: Benar Santri Dapat Dispensasi?

Yakni mulai Kamis (29/4/2021) sampai dengan Minggu (2/5/2021).

"Masa libur santri ini dimajukan satu pekan, nanti ada penyesuaian terkait jadwal kepulangan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Selasa (27/4/2021).

Baca juga: Ngaji dan Sahur bersama Santri, TIBRA Gelar Kegiatan Keagamaan di Ponpes Salafiyah Mithahul Hasanah

Ustaz BA Faisal Hasri menyampaikan, di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Kaplongan terdapat sekitar 6.500 siswa, meliputi jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMA.

Baca juga: Minta Santri Diperbolehkan Mudik, Bahkan Lintas Wilayah, Ini Alasan Wakil Presiden Maruf Amin

Dari jumlah 6.500 siswa itu, sebanyak 1.043 di antaranya adalah santri yang menetap di pondok pesantren.

Mereka berasal dari berbagai wilayah di Jawa Barat, bahkan ada sebagian yang berasal dari luar pulau Jawa.

Baca juga: VIDEO Menengok Semangat Para Santri Tunanetra di Majalengka Baca Alquran Braille di Bulan Ramadan

Ia mengatakan, walau libur para santri itu dimajukan.

Akan tetapi tidak menganggu proses belajar mengajar.

"Karena proses ngaji dan pembelajaran di ponpes sudah selesai," ujar dia.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved