Breaking News:

Mudik Dilarang, Tapi Tempat Wisata Boleh Beroperasi, Begini Kata Satgas Covid-19 Indramayu

Pemerintah melarang masyarakat mudik pada Lebaran tahun ini. Di sisi lain, tempat wisata diperbolehkan untuk beroperasi.

Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, mengatakan, meskipun objek wisata dibuka, pada pelaksanaannya protokol kesehatan tetap akan diterapkan secara ketat di sana. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pemerintah melarang masyarakat mudik pada Lebaran tahun ini. Di sisi lain, tempat wisata diperbolehkan untuk beroperasi.

Kedua kebijakan itu menimbulkan polemik di tengah masyarakat, termasuk di Kabupaten Indramayu.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, mengatakan, meskipun objek wisata dibuka, pada pelaksanaannya protokol kesehatan tetap akan diterapkan secara ketat di sana.

Baca juga: Jual Makanan Bekas Kebanjiran, Gudang Diubah Jadi Mini Market, Raup Untung Puluhan Juta

Baca juga: BUMDesa di Jabar Semakin Banyak yang Berkembang, Ada yang Omzetnya Hingga Rp 30 Miliar

"Pertama, pengunjung wajib memakai masker, menyediakan sarana cuci tangan atau hand sanitizer di tempat wisata, mencegah terjadinya kerumunan di tempat wisata, dan akan dilakukan sampling rapid test antigen terhadap wisatawan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (23/4/2021).

Deden Bonni Koswara menyampaikan, kebijakan tetap dibukanya tempat wisata ini diketahui karena Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, ingin membangkitkan lagi perekonomian di berbagai daerah.

Dalam hal ini, berbagai antisipasi pun sudah disiapkan oleh Satgas Covid-19 di Kabupaten Indramayu.

Termasuk dengan mengandeng instansi terkait lainnya dalam menjamin protokol kesehatan di lokasi wisata.

Pemerintah juga menyiapkan petugas yang akan ditempatkan di wilayah perbatasan untuk mengantisipasi adanya wisatawan dari luar daerah.

Hal ini sekaligus upaya dalam mempersempit gerak pemudik, seperti berpura-pura jadi wisatawan agar bisa lolos, padahal hendak pulang ke kampung halaman.

"Indikasi seperti itu memang ada, sebelumnya juga ada yang beralasan jenguk orang sakit, dan lain-lain. Inilah yang harus teliti lagi," ujar dia. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved