Begini Cara Keren Konten Kreator Kuliner Bangkitkan UMKM
Konten creator yang juga food blogger Magdalena punya cara sendiri untuk ikut bangkitkan UMKM kuliner di tengah pandemi Covid-19
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal maret 2020 silam menimbulkan dampak yang besar di berbagai sektor, terlebih dalam sektor kuliner.
Hal ini dapat terlihat bahwa kuliner termasuk sektor strategis yang mampu menarik perhatian masyarakat karena banyaknya makanan hits muncul dari para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia.
Untuk mendukung perkembangan kuliner di Indonesia, food blogger Magdalena berkolaborasi dengan Teh Pucuk Harum membuat konten tentang keluh kesah para pelaku UMKM.
Baca juga: Airlangga: Transformasi Digital Bisa Ciptakan 2,5 Juta Lapangan Kerja Baru di 2024
Sebagai seorang YouTuber, Magdalena pun konsisten membantu UMKM terdampak Covid-19 sejak bulan Juni 2020.
Ia pun memanfaatkan platform digital dengan para pelaku UMKM di area Jabodetabek
Selama membuat konten di masa pandemi, Magdalena banyak mendapat keluh kesah yang serupa, sehingga tergerak hatinya untuk dapat menjaring lebih banyak massa dari kalangan penggiat kuliner, maupun masyarakat umum.
Senior Brand Manager Teh Pucuk Harum, Yustina Amelia mengatakan, konsep yang diusung oleh Magdalena pada program UMKM Pilihan Mgdalenaf bersama Teh Pucuk Harum adalah membantu para UMKM di bidang kuliner yang mengalami penurunan omset ataupun bergantung pada penghasilan sehari-hari.
Baca juga: Pertamina Langsung Respons, Bawa Ibu Hamil yang Terus Pendarahan Pascaledakan Kilang Balongan ke RS
"Program kerjasama dengan Teh Pucuk Harum mendatangi sebanyak 14 UMKM pilihan di wilayah Pulau Jawa hingga Bali tepatnya di 6 kota, yaitu Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Malang, Surabaya dan Denpasar," ujar Yustina, Jumat (23/4/2021).
Proses pemilihan UMKM tersebut diawali dari proses kurasi atau seleksi yang dilakukan untuk menentukan UMKM mana yang akan diliput pada platform media sosial Mgdalenaf
Pada 6 kota yang dikunjungi, terdapat beberapa kisah menarik di setiap UMKM pilihan Magdalena di kota-kota tersebut, diantaranya ada Nasi Goreng Mas Aying yang berlokasi di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Magdalena menceritakan ada Nasi Goreng Mas Aying yang berlokasi di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
"UMKM kuliner ini mengalami penurunan omset yang drastis dan disertai tragedi perampokan yang menimpa penjualnya
hingga viral di sosial media," ujar Magdalena.
Baca juga: VIDEO Daya Beli Masyarakat Belum Pulih, Pemkot Cimahi Sebut Baik dan Konsisten
Selain itu ada Tongseng Bunda yang berlokasi di Cirebon, mengalami penurunan omset, tetapi tidak menjadikan alasan pelaku bisnis kuliner ini untuk mengurangi pegawai.
Lalu Gulai Tugu Pak Samin, yang berlokasi di kota Yogyakarta, memiliki kisah perjuangan dalam mempertahankan resep warisan keluarga di tengah pandemi.
Warung Nasi Bali Men Weti yang berlokasi di Denpasar, Bali yang memliki kisah selama pandemi ternyata kuliner legendaris ini terselamatkan berkat wisatawan lokal yang menjadi pelanggan setianya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/konten-creator-magdalena.jpg)