Breaking News:

Apa Itu Triangle of Life dan Drop Cover Hold On, Teknik Menyelamatkan Diri Saat Terjadi Gempa Bumi

Beberapa teknik penyelamatan perlu dilakukan saat terjadi gempa bumi. Sebenarnya hal ini juga sering diajarkan ketika kita masih duduk di SD.

kompas.com/ap/yoshizaku tsuno
Anak-anak sekolah dasar berlindung di bawah meja mereka saat latihan gempa di sebuah sekolah di Tokyo pada 1 September 2015 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, SUBANG - Beberapa teknik penyelamatan perlu dilakukan saat terjadi gempa bumi. Sebenarnya hal ini juga sering diajarkan ketika kita masih duduk di sekolah dasar.

Satu yang paling familier adalah teknik berlindung di tempat yang sempit, atau yang biasa disebut dengan teknik triangle of life.

Apakah yang dimaksud dengan triangle of life?

Sebelumnya diketahui, gempa bumi berkekuatan 3,2 magnitudo terjadi di titik 6,63 Lintang Selatan 108,83 Bujur Timur 10 Kilometer arah tenggara Kabupaten Subang Jawa Barat, pada Jumat (23/4/2021) pukul 04.47 WIB.

Anggota aliansi relawan penanggunangan bencana Kabupaten Karawang Afyu Bintoro menjelaskan, triangle of life merupakan suatu teori yang menyarankan agar kita berlindung di samping atau bawah furniture yang ada disekeliling untuk membangun suatu segitiga yang dapat menjadi penyangga saat plafon rumah jatuh akibat guncangan.

"Itu tehnik dasar, nanti segi tiga kehidupan atau nama tekniknya triangle of life itu sebagai pelindung atau penyangga kita dari runtuhan material yang jatuh," ujar Afyu ketika dikonfirmasi Tribun melalui sambungan telepon, Jumat (24/4/2021).

Baca juga: Firasat Helen Sebelum Suami Bersama KRI Nanggala-402 Tak Bisa Dihubungi Lagi, Minta Doa

Baca juga: Persib Bandung Bertekad Membalas Kekalahan dari Persija di Stadion Manahan Solo, Waktu Recovery Sama

Baca juga: Penjelasan Pertamina soal Gaji Tenaga Kebersihan yang Lebih Rp 13 Juta Beredar di Media Sosial

Tehnik tersebut, diakui Afyu, sudah dipelajarinya saat ketika masih sekolah dasar karena ilmu tersebut sangat penting diaplikasikan ketika dalam keadaan darurat.

"Tekniknya sederhana, namun teknik itu memang sangat berguna dalan keadaan darurat," ucapnya.

Dia mengungkap, edukasi semacam itu juga diberikan gurunya melalui sebuah lagu atau nyanyian yang mudah diingat.

"Kita pasti masih ingat kan, liriknya begini, 'kalau ada gempa lindungi kepala, kalau ada gempa masuk ke kolong meja' nah itu nyanyian yang sebetulnya mempraktikkan teknik triangle of life itu," kata dia.

Afyu juga mengungkap, selain triangle of life, teknik menyelamatkan diri yang sederhana pada saat terjadi gempa bumi lainnya adalah drop cover hold on.

"Kalau teknik kedua ini beda, kita jatuhkan diri ke tanah, lalu tutupi diri bisa dengan berlindung di bawah meja atau perabotan di sekitar kita yang strukturnya kokoh. Ini namanya teknik drop cover hold on," ucapnya.

Baca juga: 5 Resep Berbagai Macam Varian Es Kelapa Muda, Dijamin Segar dan Nikmat Diminum Saat Buka Puasa

Baca juga: Nathalie Holscher Hamil, Istri Sule Itu Langsung Nangis Kejer, Ini Usia Kehamilannya Kata Dokter

Kata Afyu, selanjutnya kita bisa menutupi wajah dan kepala dengan tangan, lalu jongkok di sudut dalam gedung hingga guncangan reda.

"Yang penting jauhi kaca, jendela, atau pintu, dan dinding atau tembok rapuh,  terutama lampu-lampu atau furniture apa pun yang bisa jatuh," katanya. (*)

Penulis: Irvan Maulana
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved