Siti Muntamah : Tiga Teladan Kartini Untuk Perempuan Indonesia
RADEN Adjeng Kartini merupakan sosok pejuang pendidikan bagi perempuan di Indonesia. Perjuangan Kartini untuk mencerdaskan perempuan menjadi inspirasi
"Ketika masyarakat memiliki jiwa sosial baik naik, itu adalah peran perempuan di dalamnya. Saya yakin itu. Walaupun jumlah perempuan cuma separuhnya, tapi berpengaruh bagi semua masyarakat," katanya.
Hal ini disebabkan perempuan adalah pelaku madrasatul ula, sekolah pertama dan utama. Setiap manusia, ujarnya, belajar pertama kali di dalam rahim ibunya dengan mendengar kata-kata, getaran, perasaan, dan apapun yang dibaca oleh ibunya.
"Sehingga ketika perempuan-perempuan ini mampu menghadirkan kebersamaan saat 1.000 hari pertama kehidupan, saya yakin tidak ada stunting, tidak akan ada anak yang tidak pintar, tidak akan ada anak yang tidak mengenal Tuhannya, tidak ada anak yang tidak mengenal nabi yang kitabnya," kata Ummi Siti.
Kejadian-kejadian negatif terkait perempuan dan anak yang ada selama ini, katanya, harus menjadi cermin bagi para perempuan untuk terus berbenah diri dengan memperkaya diri dengan pengetahuan.
"Ini tantangan yang harus dilakukan oleh Kartini hari ini. Mari kita bercermin. Cerminnya adalah sederhana, cermin tentang tugas dan perannya, sudahkah kita mengenali diri dan tugas kita. Kenali potensi dan peranmu. Kenali kemampuanmu, kenali juga medanmu," katanya.
Jika perempuan terus memperkaya literasinya dengan membaca buku dan belajar, katanya, tidak akan ada anak stunting atau bergizi buruk sekarang. Tidak akan ada juga anak-anak yang memiliki literasi atau pengetahuan yang rendah.
Di luar rumah, katanya, perempuan pun harus menggali potensi-potensinya di tempat publik untuk memberi manfaat kepada masyarakat. Selama ini, kata Ummi Siti, banyak perempuan yang sudah berperan sebagai dokter, guru, bidan, perawat, bahkan pebisnis yang baik dan sukses.
"Saya akan terus berkampanye, baik lewat seminar atau lewat nasihat dan keteladanan dari keluarga, ajakan-ajakan ke arah positif, untuk meningkatkan literasi perempuan dan meningkatkan kualitas peran dan tugas perempuan, meningkatkan indeks baca perempuan," katanya.
Akhirnya, anggota dewan dari Fraksi PKS dapil Kota Bandung dan Cimahi ini pun kembali menekankan tiga teladan Kartini untuk perempuan Indonesia masa kini. Dengan kesalehan dan literasi yang baik, katanya, perempuan akan dapat memberi manfaat terbaik bagi keluarga dan masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/hj-siti-muntamah-sap.jpg)