Senin, 11 Mei 2026

Siti Muntamah : Tiga Teladan Kartini Untuk Perempuan Indonesia

RADEN Adjeng Kartini merupakan sosok pejuang pendidikan bagi perempuan di Indonesia. Perjuangan Kartini untuk mencerdaskan perempuan menjadi inspirasi

Tayang:
Istimewa
Hj. Siti Muntamah, S.AP. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. 

TRIBUNJABAR.ID - RADEN Adjeng Kartini merupakan sosok pejuang pendidikan bagi perempuan di Indonesia. Perjuangan Kartini untuk mencerdaskan perempuan menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia, sehingga Hari Kartini selalu diperingati di Indonesia setiap tanggal 21 April.

LOGO DPRD JABAR
LOGO DPRD JABAR (Istimewa)

Bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah, sosok Kartini ini tidak hanya sebatas sebagai Pahlawan Nasional yang memperjuangkan pendidikan perempuan. Bagi Siti Muntamah, Kartini memiliki tiga teladan, yakni sebagai sosok perempuan salihah, pejuang literasi, serta sebagai perempuan yang gemar berbagi dan memberdayakan masyarakat.

Siti Muntamah yang akrab disapa Ummi Siti atau Ummi Oded ini mengatakan bahwa pertama, dirinya menggarisbawahi Kartini adalah perempuan salihah. Hal ini disebabkan berdasarkan catatan sejarah, Kartini selalu berjuang mencari kebenaran tentang Tuhan di tengah lingkungan keningratannya dan masa kolonialisme yang serba membatasinya.

Siti Muntamah : Tiga Teladan Kartini Untuk Perempuan Indonesia
Siti Muntamah : Tiga Teladan Kartini Untuk Perempuan Indonesia (Istimewa)

"Memaknai Hari Kartini bagi seorang perempuan Indonesia di masa kini, pertama Kartini adalah sosok yang mengajarkan kepada kita, sebagai seorang perempuan sederhana yang salihah. Saya ingin menggarisbawahi, Kartini sebagai perempuan yang salihah dan berilmu, bukan hanya karena tulisannya atau sekolahnya saja," kata Ummi Siti di Kota Bandung, Selasa (20/4).

Kartini, katanya, mampu memposisikan diri sebagai putri dan istri yang salihah. Kartini menghambakan diri kepada Tuhan, mengerjakan kewajibannya sebagai anak dengan taat kepada ayah dan menjalankan kewajibannya sebagai istri kepada suaminya.

Siti Muntamah : Tiga Teladan Kartini Untuk Perempuan Indonesia
Siti Muntamah : Tiga Teladan Kartini Untuk Perempuan Indonesia (Istimewa)

"Menurut saya, itu keren banget. Kartini memasrahkan diri kepada Tuhan, saya yakin dia ambil jalan itu karena dirinya yakin itu adalah kebaikan yang harus dia jalani dalam jalan Tuhan. Saya kurang setuju ketika ada orang feminis mengangkat Kartini adalah sosok emansipasi. Karena kalau dilihat dari tulisan-tulisannya, Kartini tidak pernah menentang keberadaan laki-laki dan patriarki," katanya.

Kartini melaksanakan pengabdiannya kepada ayah dan suaminya sesuai dengan keinginannya dalam menjalankan perintah agama, juga atas pengetahuannya yang luas dan mendalam mengenai peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

Siti Muntamah : Tiga Teladan Kartini Untuk Perempuan Indonesia
Siti Muntamah : Tiga Teladan Kartini Untuk Perempuan Indonesia (Istimewa)

Teladan kedua, katanya, adalah Kartini sebagai pejuang literasi. Kartini, kata Ummi Siti, adalah seorang bangsawan yang diberikan kesempatan belajar di sekolah dan mampu menghadirkan sebuah perenungan literasi yang sangat dalam dan luas. Hal ini ditunjukkannya dengan keberaniannya mengungkapkan isi hati dalam berbagai tulisannya.

"Karena dia berpikir seorang manusia itu punya kesempatan untuk mengungkapkan aspirasinya, dia menuliskannya dalam bentuk surat kepada yang waktu itu dia masih punya sahabat-sahabat, sehingga dia menuliskan surat hasil penerangan dan perenungannya kepada sahabat-sahabatnya," tuturnya.

Kartini, kata Ummi Siti, menulis bahwa seandainya setiap perempuan pribumi mampu belajar, pasti dirinya akan menjalankan peran dan tugasnya sebagai istri dan sebagai pendidik di rumah. Karena itu, Kartini pun kemudian berupaya mengajarkan skill yang harus dimiliki oleh perempuan dalam membersamai tugas-tugas pentingnya, baik yang kodrati maupun yang publik.

"Yang dimaksud tugas publik itu adalah dia bagian dari masyarakat, bukan harus menjadi apa. Tapi menjadi bagian yang bermanfaat untuk masyarakat," tuturnya.

Khadijah pada Masanya

Teladan ketiga, kata istri Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial ini, adalah Kartini sebagai sosok yang memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Karenanya, Kartini selalu berupaya memberikan manfaat kepada masyarakat, baik dalam hal pendidikan, sosial, maupun ekonomi.

"Kartini mampu memberdayakan ekonomi di sekitarnya. Karena bisnis kayu jatinya itu dia membantu bisnis suaminya. Pada usia 21 tahun tapi memiliki kemampuan manajemen yang sangat baik. Jadi artinya sosok Kartini ini adalah sosok Khadijah (Istri Nabi Muhammad SAW) di zaman itu di Indonesia," katanya.

Upaya Kartini memberi manfaat kepada masyarakat, katanya, mencerminkan bahwa kemajuan atau kemunduran suatu bangsa selalu dipengaruhi tangan perempuan di dalamnya. Bahkan di zaman sekarang, ketika masyarakatnya memiliki indeks baca yang rendah atau tinggi, pasti dipengaruhi upaya perempuan di dalamnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved