Ini Sejarah Penyebutan Pria Hidung Belang di Indonesia, Jan Pieterzoon Coen Pencetusnya
Berdasar Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti dari hidung belang adalah laki-laki yang gemar mempermainkan perempuan.
TRIBUNJABAR.ID, BEKASI - Seorang bocah SMP di Bekasi diduga dijual dan dipaksa jadi pekerja seks komersial (PSK) oleh pemuda 21 tahun.
PU, gadis 15 tahun itu diduga kuat dijual AT yang ternyata adalah anak anggota DPRD Kota Bekasi.
PU disebut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi Novrian sebagai korban trafficking atau perdagangan orang.
Baca juga: Bocah SMP Dipaksa Layani 5 Pria Hidung Belang Setiap Hari, Diduga Dijual Anak Anggota DPRD Bekasi
Baca juga: Anak Anggota DPRD Bekasi Janjikan Gadis SMP Bekerja di Kedai Pisang Goreng, Malah Dijadikan PSK
Kata Novrian, PU harus melayani pria hidung belang sampai 5 kali sehari.
Lalu apa itu pria hidung belang.
Ternyata ada sejarahnya lho awal mula penyebutan pria hidung belang.
Berdasar Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti dari hidung belang adalah laki-laki yang gemar mempermainkan perempuan.
Ternyata, istilah hidung belang ada sejarahnya, terjadi sudah cukup lama di zaman penjajahan Belanda.
Lantas, apakah latar belakang munculnya istilah hidung belang?
Pada masa penjajahan Belanda, tepatnya di abad ke-17, Indonesia zaman dulu disebut Hindia Belanda, dipimpin seorang Gubernur Jenderal bernama Jan Pieterzoon Coen.
Nah, Jan Pieterzoon Coen punya peran di balik munculnya istilah hidung belang di Indonesia.
Jadi, saat tugas di Hindia Belanda, para tentara tak bisa mengajak serta istri atau pasangan mereka.
Para prajurit bule tersebut mengalihkan hasrat seksualnya ke perempuan-perempuan lokal.
Salah satu tentara kesepian ini adalah Pieter Cortenhoeff, perwira pengawal Jan Pieterzoon Coen.
Ia menjalin hubungan gelap dengan Saartje Specx, anak angkat sang gubernur jenderal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pria-hidung-belang-ilustrasi-hidung.jpg)