Breaking News:

VIDEO Tradisi Warga di Kuningan Saat Bangunkan Waktu Sahur, Pentas Musik Tabuhan Genjring Solawatan

Pentas musik keliling yang dilakukan beberapa jam sebelum waktu imsak, menjadi tradisi warga di Kuningan untuk bangun sahur.

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNJABAR.ID,KUNINGAN – Pentas musik keliling yang dilakukan beberapa jam sebelum waktu imsak, menjadi tradisi warga di Kuningan untuk bangun sahur.
“Istilah ini biasa disebut dengan tradisi bangunkan waktu sahur itu namanya jiduran,” ungkap Supangat (48), warga Desa / Kecamatan Cilimus,  Kuningan Jawa Barat, saat ditemui disela kegiatan tadi,  Senin (19/4/2021).
Supangat yang juga petugas Linmas desa setempat ini mengatakan, pelaksanaan jiduran ini dilakukan oleh warga tiap kelompok yang berada di blok kampung tersebut.
EMBED

 
“Seperti di Desa Cilimus ini, kelompok penggugah sahur atau jiduran ini banyak. Mereka ada dari Gang Cinangka, Pasawahan, Blok Lapang, Gang Krikil, Cipicung dan hampir perwakilan warga dusun itu ada,” kata Supangat lagi.
Teknik pentas musik keliling, Supangat mengatakan, bahwa mayoritas warga yang ikut jiduran ini menggunakan alat tradisonal. “Ya alat tradisonal seperti genjring ini. Kemudian dalam pelaksanaannya itu sembari solawatan,” ujarnya.
Pelaksanaan waktu jduran, kata Supangat mengaku bahwa ini sekaligus sebagai wadah silaturahmi warga desa setempat. Pasalnya, tidak sedikit warga saat waktu jelang makan sahur, ikut melaksanakan jiduran dan satu sama lain saling menyapa.
“Pada dasarnya, tradisi jiduran ini sebagai kebiasaan warga kami di Bulan Puasa. Hal ini juga sama terjadi di setiap daerah yang ada di Kuningan umumnya, namun untuk penamaan itu berbeda,” katanya.
Teramati dalam kegiatan jiduran, sejumlah kalangan remaja tampil maksimal dalam melantunkan solawat yang disertai dengan ketukan dalam tabuhan genjring tersebut. Satu sama penabuh genjring saling melakukan balasan, saat ketukan yang dilakukan dengan nada tertentu.
“Untuk nada atau sebutan dalam permainan genrjing ini, ada istilah dengan Kincar, Jawaan dan Hasanan. Dari nama – nama itu jelas merupakan kunci permainan genjirng, sebab dalam permainan tabuh genjring itu ada empat rebana yang punya pemukulan berbeda saat bermain,” ujarnya.
Cara lain dalam melaksanakan jiduran, kata Supangat, pentas musik keliling alias orkes juga bias terjadi saat waktu jelang makan sahur.
“Orkes keliling dengan alat musik yang kebanyak modern, untuk di desa kami tidak ada. Nah, orkes keliling ini biasanya dilakukan di pusat kota Kuningan,” ujarnya.
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul VIDEO Tradisi Warga di Kuningan Saat Bangunkan Waktu Sahur, Pentas Musik Tabuhan Genjring Solawatan, https://jabar.tribunnews.com/2021/04/19/video-tradisi-warga-di-kuningan-saat-bangunkan-waktu-sahur-pentas-musik-tabuhan-genjring-solawatan
Penulis: Ahmad Ripai
Video Editor: Wahyudi Utomo
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved