Breaking News:

Perawat RS Siloam Palembang Dianiaya

Perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang yang Dianiaya Minta Proses Hukum Jalan Terus

CRS (28) perawat RS Siloam Sriwijaya korban penganiayaan seorang keluarga pasien mengungkapkan harapannya saat berbincang

Editor: Ravianto
ist
Seorang perawat di RS Siloam Palembang diduga dipukul keluarga pasien, kini korban sudah resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Palembang, Jumat (16/4/2021) (istimewa) 

TRIBUNJABAR.ID, PALEMBANG - CRS (28) perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang korban penganiayaan seorang keluarga pasien mengungkapkan harapannya saat berbincang dengan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru via video call.

Dalam kesempatan tersebut CRS berharap proses hukum terhadap tersangka bisa terus berjalan.

"Tetap diproses (hukum) ya pak," ujar CRS, Sabtu (17/4/2021).

Berita perawat di Palembang dianiaya

Pelaku Penganiaya Perawat RS Siloam Palembang Ditangkap Polisi, Lakukan Ini Sebelum Dijemput Petugas

Persatuan Perawat Nasional Akan Kawal Kasus Perawat Dianiaya Keluarga Pasien di RS Siloam Palembang

Sosok tersangka pemukulan perawat di Palembang mengaku emosi sesaat
Sosok tersangka pemukulan perawat di Palembang mengaku emosi sesaat (Sriwijaya Post/Andi Wijaya)

Harapan itu disampaikan CRS setelah Herman Deru memberi dukungan moril kepadanya
dan mengatakan bahwa tersangka penganiayaan sudah ditangkap aparat kepolisian.

Mendengar respon CRS, Herman Deru langsung mengamini harapan itu.

Sembari meminta agar CRS tetap tabah dan fokus pada proses penyembuhan luka-luka yang dialami akibat penganiayaan tersebut.

"Ya, tentu tetap diproses pasti. Pihak kepolisian juga sudah menangkap tersangkanya. Tapi kamu juga harus jaga kesehatan. Kamu kan perawat, tentu lebih mengerti bagaimana merawat kondisi kamu saat ini. Istirahat dulu, ikuti apa instruksi dari tempat kamu bekerja (rumah sakit)," ujarnya.

Ditemui setelah video call, orang nomor satu di Sumsel ini sangat menyayangkan tindak kekerasan yang dilakukan keluarga pasien terhadap tenaga kesehatan.

Menurutnya hal itu adalah suatu tindakan memalukan yang juga bisa berdampak buruk bagi citra daerah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved