Breaking News:

Mendadak Jadi Miliarder di Indramayu, Kusminih Tersenyum: Enggak Nyangka Banget Apalagi Mau Lebaran

Ia mendadak menjadi miliarder di Kabupaten Indramayu, sesuatu yang sama sekali tak pernah Kusminih bayangkan sebelumnya.

Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Kusminih, satu di antara warga saat mendapat uang ganti rugi pembangunan proyek Petrochemical Complex Jabar di Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Indramayu, Jumat (16/4/2021).  

Waskinah mengaku sangat gembira karena harga ganti yang diberikan PT Pertamina menurutnya sangat layak.

Untuk sawah seluas 3 ribuan meter persegi, Waskinah mendapatkan Rp 1,1 miliar lebih sedikit.

"Alhamdulillah, seneng banget, buat beli sawah lagi," ujar Waskinah seraya mengatakan sama sekali tak berminat untuk membelanjakan sedikit uangnya itu untuk membeli mobil. "Sawah saja. Mobil itu buat apa?" ujar Waskinah.

Warga di tiga desa di Kabupaten Indramayu mendadak menjadi jutawan dan miliader, karena mulai cairnya uang ganti rugi pembangunan Proyek Petrochemical Complex Jabar di Kabupaten Indramayu, Rabu (14/4/2021).
Warga di tiga desa di Kabupaten Indramayu mendadak menjadi jutawan dan miliader, karena mulai cairnya uang ganti rugi pembangunan Proyek Petrochemical Complex Jabar di Kabupaten Indramayu, Rabu (14/4/2021). (TRIBUN JABAR / HANDHIKA RAHMAN)

Baca juga: Tarsimah Serba Kekurangan, Cuma Bisa Dengar Tetangga Ramai-ramai Beli Mobil Setelah Jadi Miliarder

Baca juga: Mendadak Jadi Miliarder, Warga Satu Desa di Kuningan Borong Motor Besar, Sawer Tiap Beli Motor

Hampir 80 persen lahan yang terkena pembebasan lahan untuk proyek Petrochemical Complex di Desa Tegalsembada, Sukaurip dan Sukareja,  memang masih berupa lahan pesawahan. Ini karena mayoritas warga di ketiga desa ini memang adalah petani. Tak heran, sekalipun menerima uang sangat banyak, yang ada dalam pikiran mereka adalah bagaimana bisa membeli sawah kembali di tempat yang lain, yang tidak terlalu jauh.

"Beli mobil mah nanti saja. Lagi pula mobil sekarang masih punya,meskipun bodong," ujar Kusminih sambil tertawa.

Meski warga yang berhak menerima ganti rugi ada 531 orang, pembagian ganti rugi tak dilakukan secara serempak. Setiap hari hanya 50-an orang. Selain agar pembagian berlangsung lancar dan tertib, pembatasan jumlah dilakukan untuk meminimalisasi potensi penyebaran Covid-19.

Pembayaran ganti rugi tahap pertama ini rencananya akan dilakukan hingga pekan depan. Kemudian dilanjutkan tahap kedua untuk ratusan warga lainnya yang tinggal di tiga desa lainnya di Balongan, yakni Desa Majakerta, Balongan, dan Limbangan.

Pembangunan Proyek Petrochemical Complex senilai Rp 100 triliun ini membutuhkan lahan seluas  331,92 hektare. Sebanyak 162,12 hektare berada di Desa Tegalsembada, Sukaurip dan Sukareja. Sisanya di Desa Majakerta, Balongan, dan Limbangan. (*)

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved