Breaking News:

Bayi Kembar Tiga

Kisah Ibu Melahirkan Bayi Kembar Tiga di Pangandaran, Ternyata Suami Inginkan Hal Ini

Seorang ibu melahirkan bayi kembar tiga pada hari Jum'at (16/4/2021) di RSUD Pandega Pangandaran dengan perbedaan waktu hanya satu menit

Penulis: Padna | Editor: Siti Fatimah
Tangkap Layar Video/Tribun Jabar/Padna
Bayi kembar tiga dari pasangan Hani Nurhesty (30) dan Endi Hermawan (39) warga Dusun Cikalong RT 1/1, Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sedang berada di ruangan perinatologi, Jumat (16/4/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Kelahiran bayi kembar tiga, pasangan Hani Nurhesty (30) dan Endi Hermawan (39) sudah keturunan dari orang tua Hani Nurhesty dahulu.

Kedua orang tua bayi kembar tiga itu warga Dusun Cikalong RT 1/1, Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Diketahui, bayi kembar tiga ini lahir pada hari Jum'at (16/4/2021) di RSUD Pandega Pangandaran dengan perbedaan waktu hanya satu menit.

Baca juga: Bayi Kembar Tiga Lahir RSUD Pandega Pangandaran, Ketiga Putri Itu Diberi Nama Pandega

Sebelum bayi - bayinya lahir, Endi sudah tahu bahwa bayi yang ada di perut istrinya itu kembar tiga.

"Ya, udah tahu waktu USG pertama di seorang satu dokter di Pangandaran," ujar Endi saat dihubungi Tribunjabar.id, Sabtu (17/4/2021).

Saat itu, singkat Endi, pertamanya istri Ia merasakan mulas dan langsung dibawa ke RSUD Pandega Pangandaran.

Baca juga: Cari Menu Buka Puasa Hari ini? Coba Sajian Es Dari Tiongkok yang Diberi Taburan Kismis Ini

"Alhamdulillah, dalam usia kandungan 7 bulan lebih ketiga bayi saya lahir dalam keadaan selamat," katanya.

Endi mengaku, mempunyai putri kedua yang kembar tiga ini memang kata orang tua dahulu sudah ada keturunan anak kembar. 

"Tapi, turunan kembar ini dari pihak istri Saya. Tapi ini, baru ketemu lagi kembar dan malahan sekaligus kembar tiga," katanya.

Baca juga: Pernah Kena Lockdown di Korea, Pelaku Usaha Ini Banting Stir, Sukses Garap Produk Lokal

Karena, lanjut Endi, kalau orang tua istrinya tidak kembar, hanya kakek dan nenek dulu yang katanya kembar. Tapi biasa, cuma kembar dua saja.

Endi mengungkapkan, persoalan jenis kelamin atau kembar lebih dari dua tidak jadi masalah. 

"Awalnya keinginan Saya putra, kalau istri ingin putri. Tapi ga apa-apa, jenis kelamin itu bonus untuk Saya. Yang penting, semuanya sehat," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved