Breaking News:

Pilih Santan atau Susu untuk Olahan Menu Buka Puasa? Pilih yang Sehat dan Tidak Bahayakan Jantung

Menu olahan buka puasa banyak yang mengandung santan serta susu namun manakah yang lebih digunakan agar makanan sehat dan tidak membahayakan jantung

ISTIMEWA
Ilustrasi santan kelapa 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Memasuki bulan puasa, banyak orang – orang yang mulai berjualan takjil dan makanan maupun minuman untuk buka puasa.  Salah satu takjil yang sering dijumpai adalah candil. 

Didalam olahan candil terdapat beragam pelengkap yang tentu semakin menambah citarasa kenikmatan dari candil itu sendiri.

Diantaranya, gula aren cair dan tentunya santan kelapa.

Baca juga: Menu Buka Puasa Ramadan Hari Ini - Resep Bala-bala Sayur Gurih dan Crunchy, Cara Buatnya Mudah

Ternyata, menjadikan santan sebagai campuran pelengkap untuk candil sangat tidak disarankan, karena santan mengandung kalori yang sangat tinggi.

Menurut dokter ahli gizi, dr. Marya W. Haryono Sp.GK. Campuran santan didalam olahan candil tidak sehat karena memiliki tingkat lemak dan kalori yang tinggi.

"Kalori semangkuk bubur candil mencapai 364 kkal. Kalorinya bahkan lebih tinggi dari martabak manis. Jumlah kalori akan semakin bertambah jika ditambah dengan santan," ujarnya dalam acara Hidup Sehat TvOne, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Berikut Doa Buka Puasa Ramadan, Jangan Sampai Lupa Dibaca Saat Waktu Buka Puasa

Tak hanya itu, olahan candil juga memiliki kadar gula yang tinggi, tentunya mengkonsumsi manis dapat segera mengembalikan energi dengan cepat tapi tetap dengan batas wajar.

"Mengembalikan energi dengan cepat dengan mengkonsumsi yang manis adalah hal banyak dilakukan orang namun, namun bukan berarti mengkonsumsi manis berlebih karena itu sangat tidak baik bagi kesehatan," ucapnya. 

Maka dari itu, untuk menyiasatinya adalah, dengan mengganti santan dengan susu.

Prodak susu UHT bisa menjadi pilihan yang tepat.

Baca juga: 4 Resep Menu Buka Puasa Ramadan, Oseng Tempe hingga Cumi Goreng Krispi dan Kolak Pisang Candil

"Susu UHT bisa jadi pengganti santan, kadar kalori yang lebih rendah dan tentunya lebih sehat maka lebih direkomendasi menggunakan susu dibandingkan santan, berlebihan mengkonsumsi santan juga akan berpengaruh buruk untuk pengidap penyakit jantung," ujarnya.

Olahan manis dengan kalori yang tinggi akan berpengaruh terhadap kesehatan, tak hanya itu, mengkonsumsi manis juga bisa melampaui minimal asupan kalori per hari.

"Cukup sehat dan seimbang, agar kalori yang masuk kedalam tubuh tidak berlebih. Karena setelah menyantap takjil tentu kita ingin menyantap makanan berat lain.

Tetap boleh mengkonsumsi santan dan manis, namun tetap dalam kadar dan frekuensi yang secukupnya.

Penulis: Shania Septiana
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved