Breaking News:

Hari Ini Akan Ada Aksi Besar-besaran di Gedung Sate Bandung? Ini Kata Perwakilan Buruh

Buruh bakal melakukan aksi besar-besaran terkait Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja yang sudah berlaku.

Tribun Jabar/ theofilus Richard
ilustrasi aksi buruh di depan Gedung Sate 

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Buruh bakal melakukan demo besar-besaran terkait Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja yang sudah berlaku.

Rencananya, demo tersebut bakal dilakukan esok dengan melibatkan buruh dari lebih 20 provinsi, termasuk Jawa Barat. 

Namun, untuk buruh wilayah Purwakarta tampaknya tak akan mengirimkan buruh yang datang ke Jakarta.

Hal itu diungkapkan Ketua FSP TSK SPSI Purwakarta, Rahmat Saepudin. Menurutnya, SPSI Purwakarta tak akan datang ke Jakarta besok. 

Baca juga: Tolak THR Dicicil dan Ditunda, Besok Buruh Turun Ke Jalan di Sejumlah Daerah, Ini Tuntulan Lainnya

"SPSI enggak ada yang ke sana, enggak ada instruksi juga," katanya saat dihubungi Tribun Jabar, Minggu (11/4/2021).

Ketika ditanyakan alasannya tak datang berunjuk rasa selain tidak adanya instruksi, Rahmat pun berseloroh kalau ingin berdemo lebih baik saat sebelum disahkannya UU tersebut.

Baca juga: Fakta Baru Temuan Jasad Bayi Dalam Kardus yang Digigit-gigit Anjing, Ini Kata Bidan Desa

"Kalau hanya bergaya, mau demo dari dulu saja sebelum disahkan, dulu saja tidak pada turun berunjuk rasa," katanya. 

Beda halnya dengan SPSI, PUK SPAMK FSPMI Purwakarta justru bakal mengerahkan buruh untuk melakukan aksi demo.

Baca juga: Hujan dan Angin Puting Beliung, Bangunan Rumah Warga dan Fasilutas Umum di Kuningan Rusak Parah

Menurut Pengurus PUK SPAMK FSPMI Purwakarta, Ade Supyani, pihaknya bakal ada yang pergi ke Gedung Sate, Bandung, dengan berangkat dari PUK masing-masing sekaligus perhatikan protokol kesehatan.

Ketua PUK SPAMK FSPMI Purwakarta, Wahyu Hidayat menjelaskan untuk mokom dan crew ke Mahkamah Konstitusi, sedangkan perangkat PC KC ke Gedung Sate dengan start dari kantor cabang pukul 07.30 WIB.

Baca juga: Sempat Dihina dan Dikhianati, Penari Kontemporer Ini Sukses Hingga Menari Sampai Luar Negeri

"PUK-PUK dengan minimal 10 persen jumlah anggota di area pabrik. Ada juga yang unjuk rasa secara virtual," katanya saat dihubungi.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved