Bupati Kuningan Acep Purnama : Jangan Main-main dengan Covid-19, Pariwisata jadi Andalan
Pandemi Covid-19 membuat para kepala daerah, termasuk di Jawa Barat berpikir keras untuk mengatasinya
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Ichsan
TRIBUNJABAR.ID - Pandemi Covid-19 membuat para kepala daerah, termasuk di Jawa Barat berpikir keras untuk mengatasinya. Terutama tentang refocusing anggaran yang sebelumnya telah dialokasikan untuk kegiatan tertentu, kini terpaksa harus dialihkan untuk menangani pandemi Covid-19.
Satu dari sekian kepala daerah di Jabar yang tengah berupaya menangani pandemi Covid-19 ini adalah Bupati Kuningan Acep Purnama.
Dalam satu kesempatan, wartawan Tribun Jabar Machmud Mubarok dan Ahmad Ripai mewawancarai bupati berusia 61 tahun itu di Pendopo Bupati Kuningan, belum lama ini. Hasil wawancara dibuat dalam tiga tulisan berikut ini.
Jangan Main-main dengan Covid-19
Bupati Kuningan Acep Purnama masih ingat saat pertama kali mencuat kasus Covid-19 di Indonesia setahun lalu. Saat itu pria kelahiran Kuningan 2 Juni 1959 ini baru pulang ibadah umrah. Begitu menginjakan kaki di Kuningan ia langsung mengumpulkan stake holders terkait.
“Alhamdulillah waktu itu kita sama-sama kompak dengan semua kekuatan tenaga medis. Bersama dokter-dokter di bawah naungan IDI (Ikatan Dokter Indonesia), kita melakukan rapat pertama,” kata Acep, mengenang situasi saat itu.
Menurut Acep, hal pertama yang diputuskan adalah menetapkan arah kebijakan yang harus dipikul dan dilakukan pencegahan bersama-sama. Saat itu situasinya belum menentu, karena sebaran Covid-nya belum diketahui namun itu sebuah sinyal bahwa virusnya memang ada.
“Oleh karena itu kami percayakan kepada tenaga medis dan kami melakukan koordinasi dengan unsur Muspida. Pada waktu itu rapat dilakukan selama dua kali dalam satu bulan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama,” kata Acep.
Perkembangan kemudian, kasus Covid-19 di Kuningan naik turun, sama seperti di daerah lain. Kuningan pun sempat masuk zona merah dan kini masuk zona kuning. Terkait data Covid-19, Acep Purnama meminta kepada jajarannya agar menyajikan sesuai fakta di lapangan.
“Pesan saya kepada jajaran, tolong sajikan apa yang terjadi di Kabupaten Kuningan, jangan main main dengan Covid-19 karena ini menyangkut hidup dan kehidupan kita,” kata ayah lima anak ini.
Baca juga: Muhammadiyah dan Naqsabandiyah Sudah Tentukan Awal Ramadan, Pemerintah Gelar Sidang Isbat Malam Ini
Menurut Acep, urusan hidup dengan Covid-19 sangat krusial karena faktanya menimbulkan banyak korban jiwa. Sementara terkait dengan kehidupan dampaknya sangat terasa dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan aspek lain dalam kehidupan masyarakat.
Mengenai adanya perbedaan di masyarakat karena dampak Covid-19, seperti boleh tidaknya menggelar Salat Tarawih berjemaah atau Salat Idulfitri di lingkungan warga masing-masing, Acep mengaku ia melibatkan para ulama. Hal itu kuncinya adalah koordinasi dan komunikasi.
Terkait bantuan sosial dari pemerintah pusat maupun provinsi kepada warga terdampak Covid-19, Acep berharap komunikasi dan koordinasi harus ditingkatkan lagi sehingga kebijakan dari atas sampai ke bawah sama dan sejenis, jangan sampai muncul polemik akibat kebijakan sama tapi tak serupa.
“Untuk tahun ini kebijakan tersebut sudah ada terkait dengan desa harus mengalokasi dana desanya, bantuan tunai. Namun kembali lagi, apakah dana desa itu sudah ada dan sudah bisa dicairkan kepada masyarakat, sepengetahuan kami dana desa itu biasanya cair di awal Mei. Sebab pengelolaan dana desa ini bisa cair di per kwartal atau per semester,” kata Acep.
Penanganan Covid-19 membutuhkan dana yang tidak sedikit, untuk itu para kepala daerah diinstruksikan melakukan refocusing anggaran. Kabupaten Kuningan, kata Acep, pun melakukan itu dengan cara memangkas dan menangguhkan program yang sudah ada dan dananya dialihkan untuk menangani Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bupati-kuningan-acep-purnama-saat-berbincang-dengan-seorang-warga-di-kabupaten-kuningan.jpg)