Breaking News:

Polresta Cirebon Bekuk Komplotan Begal, Modus Pelaku Berpura-pura Jadi Pacar Korban

Tersangka berinisial AL yang berjenis kelamin perempuan menyamar sebagai kekasih korban dan menemuinya di lokasi yang telah disepakati.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Plt Wakapolresta Cirebon, Kompol Purnama (kedua kanan), saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (10/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Petugas Polresta Cirebon membekuk komplotan begal yang beraksi di Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Ada tiga anggota komplotan itu yang berhasil diamankan petugas. Mereka berinisial FH (20), NR (30), dan AL (19).

Plt Wakapolresta Cirebon, Kompol Purnama, mengatakan, aksi ketiganya terjadi pada Kamis (1/4/2021) kira-kira pukul 20.30 WIB.

Mereka membawa kabur sepeda motor pemuda berinisial ES (23) warga Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

"Modus operasi komplotan ini berpura-pura menjadi pacar korban," ujar Purnama saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (10/4/2021).

Ia mengatakan, mulanya komplotan tersebut menghubungi korban melalui fitur pesan singkat media sosial untuk bertemui di suatu tempat.

Tersangka berinisial AL yang berjenis kelamin perempuan menyamar sebagai kekasih korban dan menemuinya di lokasi yang telah disepakati.

Baca juga: Video Detik-detik Gempa di Malang, Jajanan di Warung Bergoyang, Barang di Supermarket Luluh Lantah

Selanjutnya AL yang mengenakan jaket berpenutup kepala dan masker itupun meminta korban mengantarnya ke suatu tempat.

"Saat itu, korban mengira AL ini kekasihnya, karena postur tubuhnya mirip dan wajahnya tidak terlihat jelas," kata Purnama.

Namun, di tengah perjalanan anggota komplotan tersebut menghampiri keduanya dan langsung membacok punggung korban.

Komplotan itupun langsung membawa kabur sepeda motor dan ponsel milik korban.

"Para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dan diancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara," ujar Purnama.

Baca juga: 1 Orang Tewas dalam Gempa Besar di Jawa Timur, Tertimpa Bongkahan Batu yang Berjatuhan

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved