Ramadan 1442 H

Ramadan 5 Hari Lagi: Ini Niat Salat Tarawih Saat Sendirian atau Berjemaah, dengan Tata Caranya

Ibadah salat Tarawih dapat dilakukan di rumah baik secara berjemaah maupun sendiri atau munfarid.

Penulis: Fidya Alifa P | Editor: Hermawan Aksan
Istimewa
Pelaksanaan Salat Tarawih di Pondok Pesantren Al-Quraniyah, di Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Kamis (23/4/2020). 

TRIBUNJABAR.ID - Sebentar lagi Ramadan 1442 H tiba. Bulan puasa diperkirakan akan dimulai pada 13 April 2021.

Ibadah sunah yang dilakukan pada bulan Ramadan salah satunya adalah salat Tarawih.

Ibadah salat Tarawih dapat dilakukan di rumah baik secara berjemaah maupun sendiri atau munfarid.

Adapun salat Tarawih dilaksanakan sebanyak 11 rakaat atau 23 rakaat.

Sebelum memasuki Ramadan, umat Islam baiknya mempelajari ilmu salat Tarawih terlebih dahulu.

Pengetahuan soal salat Tarawih mengecilkan kemungkinan umat Islam melakukan kesalahan.

 

Bacaan doa niat salat Tarawih penting untuk dihapal begitu juga dengan tata caranya.

Niat salat Tarawih sebagai imam atau makmum berbeda dengan niat salat Tarawih sendiri.

Tribunjabar.id merangkum informasi seputar salat Tarawih untuk Anda.

Berikut bacaan doa niat salat Tarawih.

Niat salat Tarawih sebagai makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatat-taraawiihi rok'ataini mustaqbilal qiblati ma'muuman lillaahi ta'alaa

Artinya: Saya niat salat sunah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala.

Niat Salat Tarawih sebagai imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII SUNNATAT-TARAAWIIHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI IMAAMAN LILLAAHI TA'ALAA

Artinya: Saya niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala.

Niat salat Tarawih sendirian

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII SUNNATAT-TARAAWIIHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA'ALAA

Artinya: Saya niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala

 

Tata Cara Salat Tarawih

Salat Tarawih dapat dilaksanakan dengan dua macam cara.

Pertama, salat Tarawih dapat dilaksanakan setiap dua rakaat salam.

Kedua, salat Tarawih dapat dilaksanakan setiap 4 rakaan salam, tanpa tasyahud awal.

Namun, yang lebih baik melaksanakan salat Tarawih setiap dua rakaat salam.

Hal tersebut telah dijelaskan dalam hadist Rasulullah SAW, yang menyatakan shalat malam sebaiknya dikerjakan setiap dua rakaat salam.

Untuk salat sunah Witir, boleh dikerjakan 3 rakaat salam sekaligus tanpa tasyahud awal.

Namun, sunnah Witir juga dapat dikerjakan 2 rakaat, kemudian 1 rakaat.

Cara pelaksanaan shalat Tarawih sama dengan cara pelaksanaan shalat fardhu, baik gerakan maupun bacaannya.

Hanya saja yang membedakan salat Tarawih hanya pada niatnya.

Niat Salat Witir Satu Rakaat

أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (إماما/مأموما) للهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri rak’atan mustaqbilal qiblati (imaaman/makmuuman) lillaahi ta’aalaa

Artinya:

“Aku niat shalat Witir satu rakaat menghadap kiblat (jadi imam/makmum) karena Allah Ta’ala”

Doa bacaan niat Salat Witir 2 Rakaat

أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (إماما/مأموما) للهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri rak’ataini mustaqbilal qiblati (imaaman/makmuuman) lillaahi ta’aalaa

Artinya:

“Aku niat shalat Witir dua rakaat menghadap kiblat (jadi imam/makmum) karena Allah Ta’ala”

PELAKSANAAN salat Tarawih di Pondok Pesantren Al-Quraniyah di Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Kamis (23/4/2020).
PELAKSANAAN salat Tarawih di Pondok Pesantren Al-Quraniyah di Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Kamis (23/4/2020). (ISTIMEWA)

Salat Buru-buru Tidak Sah

Salat apapun termasuk shalat Tarawih dilakukan tidak buru-buru.

Di dalam rukun salat, ada yang namanya tuma'ninah.

Tuma'ninah adalah berhenti sejenak di antara salat. Tuma'ninah juga disebut sebagai keadaan tenang di mana setiap persendian juga ikut tenang.

Orang yang tidak melaksanakan tuma'ninah baik seara sengaja maupun tidak sengaja, maka salatnya tidak sah.

Hal ini berdasarkan hadis yang sudah jelas dan masyhur, yaitu hadis Al-Musi'fi Shalatih.

Dalam hadis tersebut dikisahkan seseorang yang shalat sangat cepat dan tidak tuma'ninah, lalu Rasulullah SAW menyuruhnya untuk mengulangi salat karena tidak sah.

Nasi Muhammad SAW, bersabda,

ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ

“Kembalilah dan salatlah! karena sesungguhnya engkau belum melakukan shalat.” [HR. Bukhari & Muslim]

(Tribunjabar.id/Fidya Alifa)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved