Breaking News:

Mudik Dilarang, 21 Bus di PO Medal Sekarwangi di Sumedang Akan Dikandangkan

Kepala Bagian Operasi dan Teknik PO Bus Medal Sekarwangi, Robert Hendrik Kencem, mengatakan akibat adanya larangan mudik tersebut 21 bus dikandangkan

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kepala Bagian Operasi dan Teknik PO Bus MS, Robert Hendrik Kencem, saat memantau armada bus di Kantor PO Bus Medal Sekarwangi, Jumat (9/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Perusahaan Otobus (PO) Medal Sekarwangi (MS) di Kabupaten Sumedang kecewa pada kebijakan larangan mudik Lebaran dari pemerintah pusat pada tahun ini.

Adanya larangan mudik tersebut dipastikan akan berdampak pada pendapatan perusahaan dan karyawan, karena semua bus yang biasa beroperasi saat mudik Lebaran, tahun ini harus dikandangkan.

Kepala Bagian Operasi dan Teknik PO Bus Medal Sekarwangi, Robert Hendrik Kencem, mengatakan akibat adanya larangan mudik tersebut, pihaknya harus mengadangkan kendaraan mulai 6 hingga 17 Mei 2021.

"Semuanya ada 21 armada, termasuk yang bus mininya ada 16 armada," ujar Hendrik saat ditemui di Kantor PO Bus Medal Sekarwangi, Jumat (9/4/2021).

Ia memastikan akan tetap mengikuti aturan yang sudah dikeluarkan dari pemerintah soal larangan mudik tersebut, hanya meminta pemerintah untuk memikirkan nasib PO Bus dan karyawannya.

Baca juga: Ada Sanksi Tilang untuk Kendaraan yang Langgar Larangan Mudik Lebaran 2021

Baca juga: Ada Kelompok Masyarakat yang Diijinkan Mudik Lebaran Tahun Ini, Siapa Saja Mereka?

Hendrik mengatakan, sebelum adanya larangan mudik ini, pihaknya sudah mempersiapkan kendaraan dengan biaya yang cukup tinggi untuk melayani penumpang yang akan mudik ke Kabupaten Sumedang.

"Jadi dengan adanya larangan mudik ini, kami kecewa lah dengan adanya keputusan ini, karena kami harus memikirkan bus dan karyawan kami," katanya.

Menurutnya, karena bus tidak bisa beroperasi mulai 6 hingga 17 Mei 2021, maka pihak PO dan karyawan dipastikan tidak akan mendapatkan pendapatan.

"Dampak jelas (ada), apalagi mereka itu (karyawan) kan punya anak istri ya. Mulai 6 hingga 17 Mei itu dampaknga akan sangat terasa, apalagi ke pihak perusahaan," ucap Hendrik.

Padahal, kata dia, moment mudik lebaran ini sangat ditunggu-tunggu oleh PO Bus, karena biasanya banyak penumpang dan bisa membuat pendapatan PO maupun sopir meningkat.

"Betul, (ramai penumpang) apalagi saat arus baliknyadan kami sudah mempersiapkan apa yang dibutuhkan masyarakat Sumedang," katanya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved