Senin, 20 April 2026

Ramadan 1442

Jelang Ramadan 1442 H - Jaga Keterisian Masjid 50 Persen, Sahur dan Buka di Rumah Saja

Ramadan 1442 H tinggal beberapa hari lagi, masyarakat bersiap melaksanakan rangkaian ibadah, terutama di masjid.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Hermawan Aksan
SHUTTERSTOCK/ODUA IMAGES
Ilustrasi keluarga yang sedang buka bersama. Pemerintah mengimbau agar masyarakat lebih baik berbuka dan sahur di rumah saja. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ramadan 1442 H tinggal beberapa hari lagi, masyarakat bersiap melaksanakan rangkaian ibadah, terutama di masjid.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun meminta DKM menjaga konsistensi batas jemaah masjid sebesar 50 persen seperti yang ditentukan pemerintah.

“Sesuai arahan dari pemerintah pusat, tahun ini ibadah Ramadan diizinkan, tapi DKM diharapkan konsisten menjaga kapasitas hanya 50 persen,” ujar Ridwan Kamil seusai Rapat Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah, di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Menjelang Ramadan 1442 H, Polisi di Pangandaran Gelar Operasi Pekat, Sita Belasan Miras Ilegal

Baca juga: Ramadan 5 Hari lagi - Ini Kumpulan Doa Menyambut Bulan Suci, Lengkap Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

“Artinya, sebagian beribadah di rumah dianjurkan mengurangi kepadatan, termasuk sahur, buka puasa, kita upayakan tetap di rumah,” tuturnya.

Menurut Kang Emil, banyak kabar baik berdatangan ketika PPKM mikro dilakukan, termasuk tidak ada lagi zona merah di Jabar untuk periode 29 Maret-4 April 2021.

Keterisian rumah sakit pun semakin turun di angka 46,10 persen.

“Saat ini kita akan fokuskan pada persiapan Ramadan,” ucapnya.

Oleh karena itu, pelaksanaan ibadah hanya diperbolehkan 50 persen kapasitas tempat, guna mendukung penerapan PPKM mikro yang telah diperpanjang hingga 19 April 2021.

“Pada prinsipnya, Covid-19 ini masih berhubungan dengan kerumunan. Di mana ada kerumunan di situ ada potensi. Ada kerumunan masjidnya penuh ada kerumunan kalau buka bersama terlalu ramai,” katanya.

Untuk menyiasati potensi lonjakan mudik Lebaran, Gubernur meminta Polri dan TNI melakukan simulasi dengan memperkuat titik-titik penyekatan di perbatasan.

“Teknologi untuk pengetesan Covid-19 sudah kami siapkan."

"Berbeda dengan tahun lalu yang hanya mengandalkan rapid antibodi, tahun ini ada rapid antigen dan G-Nose sehingga dengan harga terjangkau pengetesan bisa lebih massal,” ucapnya.

“Untuk ASN Pemda Provinsi Jabar yang akan mudik, kegiatannya harus benar-benar ada izin tertulis dari atasan,” ujarnya.

Baca juga: Gadis 19 Tahun di Bone Bahagia Menikah dengan Kakek 58 Tahun, Ingin Merawat sampai Akhir Hayat

Baca juga: VIDEO-Jalur Pantura Indramayu Sempat Macet Arah dari Jakarta, Truk Kontes Kecelakaan

Tak hanya itu, penyesuaian kapasitas 50 persen pengunjung pun berlaku bagi masyarakat yang hendak pergi ke tempat wisata.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved