Sabtu, 25 April 2026

Headline Tribun Jabar

Headline Tribun Jabar Hari Ini, Rumah Sakit Beli Obat Kedaluwarsa, Terjadi di RSUD Indramayu

Headline Tribun Jabar hari ini menyajikan berita temuan mengejutkan diungkapkan Bupati Indramayu, Nina Agustina, di sela inspeksi mendadak (sidak).

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Januar Pribadi Hamel
Istimewa
Bupati Indramayu, Nina Agustina, saat melakukan sidak di RSUD Indramayu, Kamis (8/4/2021). 

Headline Tribun Jabar hari ini menyajikan berita temuan mengejutkan diungkapkan Bupati Indramayu, Nina Agustina, di sela inspeksi mendadak (sidak), yang ia lakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu, Kamis (8/4).

//

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Temuan mengejutkan diungkapkan Bupati Indramayu, Nina Agustina, di sela inspeksi mendadak (sidak), yang ia lakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu, Kamis (8/4).

Nina mengatakan, ia menemukan dugaan pembelian obat-obatan kedaluawarsa, yang dilakukan rumah sakit milik pemerintah tersebut. Tak main-main, nilainya mencapai Rp 1,2 miliar.

Menyusul temuan yang mengejutkan ini, Nina pun langsung meminta penegak hukum untuk menyelidiki kasus ini.

Baca juga: Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Pemudik Langsung Diminta Putar Arah, Perusahaan Bus Mohon Revisi

Tak hanya itu, Nina juma meminta Inspektorat Daerah untuk mengevaluasi dan me-review ulang laporan keuangan RSUD Indramayu.

"Dokumen laporan keuangan yang selama ini dibuat direksi RSUD Indramayu harus diperiksa dan diselidiki. Saya tidak mau ke depannya ada masalah hukum," ujar Nina kepada Tribun di RSUD Indramayu, kemarin.

Nina mengatakan, inspeksi mendadak ke RSUD Indramayu ini terpaksa ia lakukan lantaran permintaan kepada Direktur RSUD Indramayu untuk mengirimkan laporan keuangan rumah sakit dalam tiga bulan terakhir tak juga dipenuhi. Padahal, kata Nina, ia sudah memintanya berulang kali.

"Akhirnya terpaksa melakukan inspeksi mendadak," ujarnya.

Baca juga: Rumah Sakit Beli Obat Kedaluwarsa, Terjadi di RSUD Indramayu, Nilainya Rp 1,2 Miliar

Pada inspeksi mendadak, kemarin, Bupati juga memanggil sejumlah pejabat direktur RSUD Indramayu, terutama yang memiliki kewenangan mengelola obat-obatan. Sejumlah pertanyaan sempat ia lontarkan.

“Bagaimana pun pelayanan kesehatan di RSUD Indramayu ini harus menjadi prioritas. Kalau pengelolaannya seperti ini, kasihan masyarakat. Nanti akan kita dievaluasi semuanya. Semuanya, secara total, terutama jajaran direksi ke bawah. Akan kita evaluasi,” tegas Bupati.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui jenis obat-obatan kedaluwarsa apa saja yang dibeli rumah sakit tersebut, dan apakah obat-obatan kedaluwarsa itu sudah pernah digunakan atau masih disimpan di gudang.

Namun, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Indramayu, Iyus Zatnika, memastikan akan mendalami temuan yang mengejutkan tersebut.

"Bagian Intel Kejaksaan Negeri Indramayu akan mendalami hal ini. Nanti kalau sudah alat buktinya lengkap, naik ke kita di Pidsus untuk penyelidikan," ujarnya.

Baca juga: Jelang Ramadan 1442 H - Jaga Keterisian Masjid 50 Persen, Sahur dan Buka di Rumah Saja

Pasrah

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved