Breaking News:

Evi Terus Menangis, Keponakannya Masih Belum Ditemukan Usai Terlibat Tabrakan Kapal di Indramayu

Dalam insiden tersebut, ayah Alfa berhasil ditemukan dengan kondisi selamat. Namun, bocah pelajar tersebut hingga saat ini masih dilaporkan hilang.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Evi warga Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu saat menanyakan kondisi keponakannya yang hilang dalam insiden tabrakan kapal di Kantor Polairud Pangkalan Kapal Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jumat (9/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Seorang wanita menangis mendatangi Kantor Polairud Pangkalan Kapal Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Wanita yang diketahui bernama Evi warga Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, itu pun tak henti-hentinya menangis.

Ia terus menanyakan kepada petugas bagaimana bagaimana perkembangan pencarian para Anak Buah Kapal (ABK) yang sampai saat ini masih hilang sejak, Kamis (8/4/2021) kemarin.

Satu di antara 13 ABK yang hilang itu adalah keponakannya, Alfa (18), yang sekarang masih duduk di bangku kelas 3 SMA.

"Harapannya ingin ketemu, ingin ditemukan secepatnya," ujar dia sembari menitikan air mata, Jumat (9/4/2021).

Evi mengatakan, keponakannya tersebut baru pertama kali melaut.

Baca juga: Begal Payudara Hantui Perempuan di Karawang, Bupati Cellica Geram: Harus Diberi Pelajaran

Ia ikut menjadi ABK untuk mengisi waktu luang di sela-sela waktu kegiatan belajar mengajar (KBM) daring yang diberlakukan pemerintah karena pandemi Covid-19.

Saat itu, Alfa berangkat bersama ayahnya yang seorang nelayan. Ayah dan anak itu menjadi ABK MV Barokah Jaya.

Hingga akhirnya kejadian buruk itu menimpa keduanya, kapal nelayan yang mereka tumpangi terlibat tabrakan dengan MV Habco Pioneer di Perairan Indramayu pada Sabtu (3/4/2021) kemarin.

Dalam insiden tersebut, ayah Alfa berhasil ditemukan dengan kondisi selamat. Namun, bocah pelajar tersebut hingga saat ini masih dilaporkan hilang.

Baca juga: Komentar Ridwan Kamil Setelah Bupati KBB Aa Umbara Ditahan KPK: Bolanya Ada di Kemendagri

Berdasarkan informasi dari Kantor SAR Bandung, korban yang sudah berhasil ditemukan sampai dengan saat ini baru sebanyak 19 orang dari total 32 ABK.

Dari 19 orang itu, sebanyak 15 di antaranya ditemukan selamat dan 4 orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sedangkan 13 orang lainnya masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

"Baru kali ini nyoba-nyoba jadi nelayan, umurnya masih 18 tahun, masih SMA," ujar dia.

Baca juga: Tiga Desa di Pangandaran Terdampak Bencana dan Gagal Panen, Dapat Bantuan Pangan 53 Ton Beras

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved