Breaking News:

Perasaan Oom Campur Aduk Saat Bayi Kembar Siam Hasna-Husna Dioperasi

Proses operasi pemisahan dua bayi kembar siam berusia delapan bulan itu berlangsung sekitar 8-9 jam dari mulai

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Cipta Permana
Tangkapan layar Ketua Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSHS Dikki Drajat Kusmayadi menjelaskan terkait rencana tindakan operasi bayi kembar Hasna-Husna di sebuah kamar operasi RSHS Bandung, Rabu (7/4/2021 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Operasi pemisahan bayi kembar siam pendempetan bagian perut (omphalopagus), Hasna Alfa Thunisa Nugraha dan Husna Alfa Thunisa Nugraha (Hasna-Husna), di Rumah Sakit Pusat dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berlangsung lancar. 

Proses operasi pemisahan dua bayi kembar siam berusia delapan bulan itu berlangsung sekitar 8-9 jam dari mulai tahapan sebelum operasi pada pukul 08.00 WIB. Operasi melibatkan 90 orang tenaga medis dari berbagai spesialisasi.

Oom Komariah, ibu bayi kembar siam Hasna-Husna, mengaku perasaannya campur aduk antara bahagia sekaligus sedih dan khawatir saat mengetahui buah hatinya sedang dioperasi pemisahan. 

"Perasaannya campur aduk ya, bahagianya karena Hasna dan Husna, akhirnya bisa menjalani operasi pemisahan, tapi juga sedih dan takut. Takut kenapa-kenapa saat menjalani operasi. Sedih karena anak sekecil itu harus melalui proses operasi besar seperti sekarang," ujarnya melalui tayangan rekaman video saat berlangsungnya tindakan operasi yang dibagikan tim Humas RSHS, Rabu (7/4/2021).

Oom mengatakan, sebelum tindakan operasi dilakukan, dokter yang menangan operasi pemisahan bayi kembar siam itu sudah berkomunikasi dengannya soal konsekuensi yang dapat terjadi saat dan pascaoperasi.

Baca juga: Kembali Gabung Latihan Persib Bandung, Supardi Ingatkan Bayu Fikri dan Henhen Herdiana

Baca juga: Dulu Susah Jual, Kini Petani di Desa Suntenjaya Lembang Ekspor Ratusan Ton Sayuran

Menurutnya, apabila anaknya mampu menjalani operasi dengan lancar tanpa dampak apapun, diyakini anaknya akan tumbuh sehat dan hidup normal.

"Jadi memang dokter sudah menjelaskan tekait konsekuensi yang dapat terjadi dari operasi ini, kalau dedek (anaknya) bisa menerima, tubuhnya kuat dan sehat, maka Insyaallah tidak akan ada apa-apa dan tidak akan ada tindakan operasi selanjutnya. Kalau sebaliknya, karena ada benda asing di tubuhnya, saya pasrahkan semua kepada tim dokter yang menanganinya dan kepada Allah SWT," ucapnya.

Iahanya berharap kedua bayinya dapat melalui proses operasi secara lancar, kuat dan sehat, dan segera dapat meninggalkan ruangan operasi. Saat fase pemulihan nanti, kedua buah hatinya tersebut diharapkan dapat segera pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga.

"Harapannya, agar Hasna-Husna jangan ada operasi-operasi lagi, jangan ke rumah sakit terus. Saya juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat, keluarga, teman-teman, kerabat yang telah mendoakan, para donatur yang telah membantu terselenggaranya operasi ini, juga para dokter dan staf perawat RSHS Bandung yang telah menjaga dan merawat Hasna-Husna selama di rumah sakit ini," katanya. (Cipta Permana).

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved