Breaking News:

Dulu Susah Jual, Kini Petani di Desa Suntenjaya Lembang Ekspor Ratusan Ton Sayuran

Ketua kelompok tani Sintesafarm di Desa Suntenjaya, Jajat, mengatakan dulu satu jenis sayuran yang terjual hanya 20 Kilogram per hari. Itu pun susah.

Tribun Jabar/Wildan Noviansah
Ketua kelompok tani Sintesafarm, Jajat, saat diwawancarai di kediamannya yang berlokasi di Jalan Maribaya Timur Kampung Patrol, RT 01/06, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (4/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Wildan Noviansah

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG- Petani di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kewalahan menerima pesanan sayuran dari luar negeri.

Ketua kelompok tani Sintesafarm di Desa Suntenjaya, Jajat, mengatakan dulu satu jenis sayuran yang terjual hanya 20 Kilogram dalam satu hari. "Itu pun susah," katanya saat diwawancarai, Rabu (7/4/2021).

Melalui kerja sama dengan eksportir Amazingfarm dan Fridafarm, kini para petani bisa menjual hingga 12 ton dalam satu bulan.

Jajat mengatakan jumlah sayuran yang diminta eksportir dalam satu bulan lebih dari yang bisa diproduksi petani. Karena keterbatasan lahan dan petani, Sintesafarm hanya bisa memproduksi 12 ton.

"Kami sebenarnya bisa memproduksi sesuai permintaan, tapi karena lahan dan juga pengetahuan petani yang kurang dalam merawat tanaman, kami hanya bisa memproduksi 12 ton," ujarnya.

Jajat mengatakan akan memberikan penyuluhan kepada petani tentang cara merawat tanaman sayuran benar agar permintaan eksportir bisa terpenuhi meski lahan terbatas.

Meski di tengah Pandemi Covid-19 yang merontokkan ekonomi, para petani di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, justru gencar mengekspor sayuran ke Singapura.

petani sayuran di Kampung Cibodas, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat harga sayuran di pasaran anjlok bahkan terbilang murah dalam beberapa bulan terakhir ini.
petani sayuran di Kampung Cibodas, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat harga sayuran di pasaran anjlok bahkan terbilang murah dalam beberapa bulan terakhir ini. (Tribun Jabar/ Syarif Pulloh Anwari)

Sebagian petani di Desa Suntenjaya dihimpun dalam komunitas petani bernama Sintesafarm yang berdiri sejak 2018. Menurut Jajat, ada sekitar 20 petani aktif yang bergabung di komunitas ini.

"Dulu ketika berdiri ada 30 petani yang bergabung, tapi seiring waktu banyak petani yang berbeda pemikiran dan mulai keluar. Jika dihitung, sampai saat ini ada sekitar 20 orang yang aktif," katanya saat ditemui di kediamannya yang juga merupakan kantor Sintesafarm, Rabu (7/4).

Baca juga: Program Buruan SAE: Tanam Sayuran di Halaman Rumah, Bantu Ekonomi Keluarga di Masa Pandemi

Baca juga: Griya Hidroponik Cirebon, Pengunjung Bisa Panen Sayuran Sendiri Sekaligus Berwisata dan Selfi

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved