Breaking News:

KPK Serahkan Berkas Perkara Ajay M Priatna, Wali Kota Cimahi Nonaktif Itu Segera Diadili

"Dari KPK sudah menyerahkan berkas perkara atas nama terdakwa Ajay M Priatna kemarin," kata Yuniar di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (7/4/2021).

sourc kompas tv
Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna resmi ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG– Wali Kota Cimahi nonaktif Ajay M Priatna segera diadili di Pengadilan Tipikor Bandung. Berkas pemeriksaannya sudah dilimpahkan oleh penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Panitera Muda (Panmud) Tipikor, Yuniar Rohmatullah, mengatakan perkara Ajay M Priatna teregistrasi dalam nomor perkara 30/Pid.Sus-TPK/2021/PN Bdg.

"Dari KPK sudah menyerahkan berkas perkara atas nama terdakwa Ajay M Priatna kemarin," kata Yuniar di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (7/4/2021).

Ajay diduga menerima suap pengurusan IMB Rumah Sakit Kasih Bunda senilai Rp 3,2 miliar. Pemberi suapnya, Hutama Yonathan, yang merupakan pemilik RS Kasih Bunda sedang menjalani persidangan.

Panitera Tipikor juga menerima pelimpahan berkas perkara terdakwa Abdul Rozaq Muslim, penerima suap pengurusan bantuan keuangan Pemprov Jabar untuk Pemkab Indramayu.

Berkas Abdul Rozaq Muslim sudah diregistrasi dengan nomor perkara 29/Pidsus.TPK/2021/PN.Bdg. 

Baca juga: Duit Suap untuk Ajay M Priatna Wali Kota Cimahi Ditransfer ke Rekening Anaknya, Nilainya Rp 1 Miliar

Baca juga: Petinggi RS Kasih Bunda Diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Terkait Kasus Ajay M Priatna

"Berkas splitan kasus Indramayu atasnama Abdul Rozaq Muslim berbarengan dilimpahkan oleh jaksa KPK dengan berkas Ajay M Priatna," kata Yuniar.

Abdul Rozaq sempat dihadirkan di persidangan untuk jadi saksi terdakwa Carsa yang sudah divonis bersalah dan dipidana dua tahun penjara karena memberi suap pada Bupati Indramayu Supendi dan dua anak buahnya.

Di persidangan Supendi, Abdul Rozaq Muslim disebut menerima fee Rp 8 miliar dalam pengurusan bantuan keuangan untuk Pemkab Indramayu. Fakta persidangan, yang dibuktikan justru bukan Rp 8 miliar tapi soal uang Rp 1,6 miliar.

"Di persidangan yang dibuktikan soal Rp 1,6 miliar. Sudah saya jelaskan, uang Rp 1,6 miliar itu berasal dari Carsa terkait pembelian rumah senilai Rp 400 juta dibayar dicicil hingga bisnis mangga. Saat saya menjadi saksi, ketika dikonfirmasi ke Carsa, itu diakui oleh dia," ujar Abdul Rozaq Muslim di persidangan.

Ia juga mengakui uang Rp 1,6 miliar dalam rekening itu dibuatkan oleh Carsa untuk pembayaran rumah dan bisnis mangga di lahan Perhutani. 

"Carsa memang sempat bilang kalau dia dapat proyek, mau kasih rezeki. Hingga kasus ini ditangani, Carsa tidak pernah ngomong lagi dia mau kasih uang soal proyek, dan saya juga tidak pernah minta," ujarnya.

Abdul Rozaq Muslim merupakan anggota DPRD daerah pemilihan Jabar 12 yakni Kabupaten Indramayu, Cirebon dan Kota Cirebon.

Penetapan Abdul Rozaq sebagai tersangka merupakan pengembangan perkara yang menjerat mantan Bupati Indramayu Supendi, Kadis PUPR Indramayu Omarsyah, Kabid Jalan di Dinas PUPR Indramayu Wempy Triyono, dan seorang swasta bernama Carsa. (mega nugraha)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved