Breaking News:

Ramadan 1442 H

Ramadan 8 Hari Lagi - Khasiat di Balik Lezatnya Buah Kurma Kesukaan Nabi Muhammad Saw Saat Berbuka

Umat Islam pun menganggap pohon kurma dan buahnya sebagai sesuatu yang suci. Dalam bahasa Arab, kata untuk kurma disebut tamr.

Editor: Hermawan Aksan
organicfacts.net
Saat berbuka puasa, Nabi Muhammad SAW memulainya dengan sedikit kurma segar atau kering dan seteguk air. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kurma, buah yang tumbuh di iklim tropis dan biasa dikonsumsi sebagai makanan penutup (dessert), memiliki makna penting dalam budaya Timur Tengah dan Afrika Utara.

Hal itu karena buah ini sebagian besar tumbuh di dua kawasan itu.

Umat Islam pun menganggap pohon kurma dan buahnya sebagai sesuatu yang suci.

Dalam bahasa Arab, kata untuk kurma disebut tamr.

Dikutip dari laman Daily Sabah, Senin (5/4/2021), kurma merupakan bagian dari makanan pokok yang dihidangkan di meja makan saat momen berbuka puasa selama Ramadan.

Dari deretan menu sederhana di meja makan Nabi Muhammad SAW selalu terdapat kurma.

Ternyata tak hanya lezat, buah kesukaan Nabi ini memiliki segudang khasiat.

Saat berbuka puasa, Nabi Muhammad SAW memulainya dengan sedikit kurma segar atau kering dan seteguk air.

Beliau biasa mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil dan mengeluarkan biji kurma menggunakan telunjuk dan jari tengahnya.

Pedagang sedang menata kurma yang berjualan di sekitar Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Pandemi Covid-19 yang melanda Jakarta membuat lesu penjualan kurma, keuntungan pedagang menurun hingga 80 persen lebih padahal pada tahun sebelumnya menjelang Ramadhan biasanya ramai pembeli. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pedagang sedang menata kurma yang berjualan di sekitar Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (21/4/2020). TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)
Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved