Indonesia Butuh Developer Terampil Kembangkan Ekonomi Digital, Lulusan IT Bisa Manfaatkan Hal Ini
Indonesia kekurangan developer-developer terampil untuk kembangkan ekonomi digital
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong agar ekonomi kreatif di Indonesia terus tumbuh, meski di tengah pandemi Covid-19.
Salah satu upayanya yakni dengan mempertemukan ribuan developer atau pengembang aplikasi digital se Indonesia dengan industri digital kreatif melalui kegiatan Baparekraf Developer Day (BDD).
Event yang digelar secara daring pada 3 April 2021 ini bertujuan untuk mengembangkan ekosistem developer aplikasi yang berkualitas.
Baca juga: 15 Orang Belum Ditemukan, TIM SAR Lanjutkan Pencarian Korban Kecelakaan Maut Tabrakan Kapal
Deputi Bidang Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam mengatakan, melalui kegiatan Baparekraf Developer Day (BDD) bakal ada sesi transfer pengetahuan antara developer dengan industri.
"Ekonomi digital merupakan salah satu sektor yang bertumbuh di masa pandemi. Untuk itu Baparekraf Developer Day ini digelar khusus secara daring untuk meningkatkan ekosistem developer lokal dan mendorong sinergi pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas developer agar dapat bersaing di tingkat nasional, regional, maupun global,” ujar Muhammad Neil El Himam, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/4/2021).
Dikatakan Muhammad Neil, BDD tahun ini terdapat empat pilihan track yang tersedia yakni Android Track, Web Track, Machine Learning Track dan Back-End Developer Track.
Baca juga: Dukung Program 1000 UMKM, Wakaf Salman Berdayakan Tiga Pelaku Usaha Lokal
"Tahun lalu BDD telah ditonton lebih dari 130 ribu kali melalui kanal youtube Baparekraf Developer Day BDD," katanya.
Tahun ini, kata dia, Baparekraf/Kemenparekraf juga kembali memberikan fasilitasi Baparekraf Digital Talent (BDT) kepada lebih dari 1.500 developer.
BDT tahun ini akan memberikan dua pilihan track, yakni Android dan Web.
BDT tahun ini fokus untuk memastikan developer mencapai level expert.
Para developer, sambung Neil dapat mengikuti fasilitasi belajar secara gratis.
Peserta akan dibekali dengan materi, tutorial, latihan, pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dengan standar global, serta dukungan mentor, fasilitator dan forum diskusi online.
Baca juga: VIDEO Kuliner, Jadi Buruan Warga Menjelang Berbuka, Intip Rasa Khas Sajian Mie Ayam Coet Asli Subang
CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono menambahkan, saat ini kebutuhan developer terampil dari Tanah Air masih sangat kurang.
"Indonesia kekurangan developer-developer terampil. Kekurangan ini bukan hanya dari kuantitas dan tapi juga dari kualitas. Banyaknya lulusan IT yang tidak terserap di pasar kerja salah satunya akibat standar/kebutuhan industri tidak sesuai dengan kualifikasi pencari kerja,” ujar Narendra.
Dalam BDD tahun ini hadir sejumlah perwakilan industri digital Tanah Air seperti Irsan Suryadi Saputra (IBM), Adrian Prasanto (Indosat Ooredoo), Budianto Hariadi (AWS) dan Ade Kurntawan (Lintas Arta) yang akan mengisi sesi industri.
Tak hanya itu, hadir pula sejumlah pelaku industri kreatif Tanah Air seperti Sidiq Permana (Nusantara Beta Studio), Gunawan (Nutrifood indonesia), Nurendrantoro (Perintis Teknologi Nusantara) dan Faisal Henry Susanto (Praktisi IT Arsitektur Aplikasi Modern).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/baparekraf-developer-day-bdd.jpg)