Selasa, 21 April 2026

Demi Bantu Ekonomi Keluarga, Para ABK Usia Remaja Ini Selamat dalam Insiden Tabrakan Kapal

Tidak sedikit anak buah kapal (ABK) MV Barokah Jaya masih berusia remaja. Mereka turut menjadi korban

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Ichsan
handhika rahman/tribun jabar
Nurwaeni (40),ibu dari Eriyanto yang menjadi korban selamat dari kapal MV Barokah Jaya 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Tidak sedikit anak buah kapal (ABK) MV Barokah Jaya masih berusia remaja.

Mereka turut menjadi korban dalam insiden tabrakan kapal yang terjadi di Perairan Indramayu pada Jumat (3/4/2021) sekitar pukul 16.45.

Hal tersebut diketahui berdasarkan data yang dicatat Kantor SAR Bandung.

Dari total 32 ABK, sebanyak 15 di antaranya selamat dan sudah dievakuasi, sekarang mereka dalam perjalanan menuju pelabuhan di KUD Miyasa Mina atau TPI Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Dari 15 ABK itu, ada 9 ABK di antaranya masih berusia belasan tahun, yakni usia 13 sampai dengan 18 tahun.

"Memang kalau di lingkungan nelayan banyak anak-anak sudah melaut," ujar Wasito (45), ayah salah satu korban selamat atas nama Eriyanto kepada Tribuncirebon.com, Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Polisi Pastikan Pengrajin Senapan Angin di Cipacing dan Cikeruh Tidak Bikin Airsoft Gun, Ini Bedanya

Namun, dalam insiden ini, Wasito tidak menyangka insiden itu turut menimpa anaknya.

Walau demikian, sekarang ini ia sedikit merasa lega setelah mengetahui nama anak keduanya itu masuk ke dalam daftar korban yang selamat.

Wasito mengatakan, sebelum berangkat melaut, Eriyanto memang sudah meminta izin terlebih dahulu kepada orang tua.

Eriyanto beralasan berangkat melaut untuk mengisi waktu luang dan untuk membantu perekonomian keluarga. 

Kondisi belajar daring yang saat ini diberlakukan pemerintah karena pandemi Covid-19 membuat Eriyanto mencoba meluang waktunya membantu keluarga.

Tercatat, sudah dua kali Eriyanto ikut melaut, kali pertama remaja itu ikut melaut dengan niat membantu Wasito yang juga merupakan ABK.

Baca juga: Gudang Rongsok di Sidamulih Pangandaran Terbakar, Kerugian Rp 1 Miliar, akibat Korsleting Listrik

Namun, pada kali kedua, kejadian nahas itu justru terjadi, saat itu Eriyanto berangkat bersama rekan-rekannya tanpa didampingi ayahnya.

"Waktu itu saya mau berangkat tapi tidak jadi, kata Eriyanto bapak pulang saja kasian ibu lagi sakit biar dia aja yang berangkat," ujar Wasito menirukan percakapan dengan anaknya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved