Breaking News:

Polisi Pastikan Pengrajin Senapan Angin di Cipacing dan Cikeruh Tidak Bikin Airsoft Gun, Ini Bedanya

Penyalahgunaan senjata Airsoft Gun ramai diperbincangkan setelah digunakan pelaku penyerangan Mabes Polri

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
tribunjabar/hilman kamaludin
Polisi Pastikan Pengrajin Senapan Angin di Cipacing dan Cikeruh Tidak Bikin Airsoft Gun, Ini Bedanya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Penyalahgunaan senjata Airsoft Gun ramai diperbincangkan setelah digunakan pelaku penyerangan Mabes Polri dan pengemudi Toyota Fortuner yang mengacungkan senjata bak koboi jalanan di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ramainya penyalahgunaan Airsoft Gun tersebut membuat para pengarajin senapan angin di daerah Desa Cipacing dan Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang menjadi perhatian polisi untuk dilakukan pengawasan.

Kanit Intelkam Polsel Jatinangor, Iptu Ucu Abdurahman, mengatakan, senapan angin yang diperoduksi di Cipacing dan Cikeruh itu berbeda dengan senjata Airsoft Gun yang saat ini ramai diperbincangkan.

"Para pengarajin di Cipacing dan Cikeruh hanya memproduksi senapan angin pompa atau PCP, tidak memproduksi Airsoft Gun dengan peluru gotri," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Firasat Sebelum Kecelakaan Maut Tabarakan Kapal, Sang Anak Larang Bapaknya Ikut Melaut

Ucu mengatakan, secara umum senjata Airsoft Gun menggunakan material peluru gotri yang terbuat dari logam dan ada juga yang terbuat dari plastik.

"Kalau senapan angin disini menggunakan peluru mimis yang terbuat dari bahan baku timah," kata Ucu.

Artinya, kata Ucu, para pengarajin di Cipacing dan Cikeruh itu hanya memproduksi senapan angin. Tetapi, mereka bakal tetap dilakukan pengawasan agar tidak memproduksi Airsoft Gun.

"Itu juga, disini hanya ada yang memproduksi larasnya, ada yang memproduksi popor atau ada yang hanya merakit unit," ucapnya.

Namun, kata Ucu, di dua desa itu ada juga yang memproduksi senapan angin secara keseluruhan, sehingga dengan seperti itu mereka hanya memproduksi senapan angin saja.

"Karena ada juga yang belanja dari bahan yang sudah diproduksi disana untuk merakit sendiri," ujar Ucu.

Baca juga: Gudang Rongsok di Sidamulih Pangandaran Terbakar, Kerugian Rp 1 Miliar, akibat Korsleting Listrik

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved