Breaking News:

VIDEO-Riana Sebut Kubu KLB Sebagai Kelompok Layang-layang Putus dan Membegal Partai Demokrat.

Kisruh di tubuh Partai Demokrat terus berlanjut dan kian memanas. Bahkan, hal ini, selain berujung pada pemecatan terhadap beberapa kader

Laporan wartawan Tribun Jabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kisruh di tubuh Partai Demokrat terus berlanjut dan kian memanas. Bahkan, hal ini, selain berujung pada pemecatan terhadap beberapa kader yang memilih bersebrangan dengan visi misi dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tetapi juga, diisukan adanya rencana pembentukan struktur pengurus partai di tingkat pusat, DPD, DPC, hingga ranting oleh Partai Demokrat kubu Moeldoko atau KLB.

Menyikapi hal ini, Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Bandung, Riana mengatakan, bahwa Partai Demokrat yang secara resmi dan sah terdaftar di Kemenkumham, SIPOL, dan KPU hanya ada satu yaitu, di bawah komando AHY sebagai Ketua Umum.

Sehingga pihaknya menolak bila disebut adanya dualisme kepengurusan di tubuh partai yang didirikan sejak 9 September 2001 dan di sahkan pada 27 Agustus 2003 lalu tersebut. Sebab, menurutnya pemahaman dualisme itu, ketika pemilik suara sah diantaranya para ketua DPD dan DPC terbelah, baru dapat disebutkan dualisme.

Baca juga: VIDEO-AA UMBARA TERSANGKA KORUPSI BANSOS COVID-19, Mau Ditahan KPK, Bilang Sakit, Anaknya Juga Sakit

Partai Demokrat itu tidak ada dualisme, hanya ada satu Partai Demokrat yang sah dan diakui di Kemenkumham, SIPOL, dan KPU. Yang terjadi saat ini, kubu seberang justru merupakan para begal partai politik, yang punten bahasa saya, mereka adalah layang-layang putus, yang sudah melayang ke partai lain karena keluar dari Partai Demokrat, kemudian menghimpun diri, dan saat ini ingin berusaha membegal kondusifitas Partai Demokrat," ujarnya saat ditemui Tribun Jabar di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa (30/3/2021).

Sebagai upaya menyikapi hal tersebut, lanjutnya seluruh pengurus DPC Partai Demokrat Kota Bandung, bahkan se-Indonesia tetap solid dan loyal kepada Ketum AHY

Maka, bila persolaannya kubu KLB tetap berusaha mengganggu, dengan menggulirkan isu-isu yang tidak benar hingga saat ini, seluruh pengurus dan kader telah sepakat bahwa tidak perlu memperdulikan hal tersebut dan fokus pada kerja membantu pemerintah dalam membangun bangsa dan negeri ini. Apalagi, sebagaimana diketahui bersama bahwa kubu KLB tidak sah secara hukum dan mekanisme kepartaian, sehingga di sebut ilegal.

Kami menganggapnya sebagai kubu ilegal, bahkan masyarakat awam pun memandangnya demikian (ilegal) sudah  tahu dan sudah kelihatan kok, apa tujuan mereka. Artinya, sementara ya sudah kita hadapi saja seperti apa maunya mereka. Tapi yang jelas, saya yakin Pemerintah, terutama Kemenkumham bisa objektif dalam menilai mana yang sah, sebab kalau ini ditanggapi Pemerintah, maka akan menjadi bencana demokrasi yang sangat luar biasa bagi perpolitikan di Indonesia," ucapnya.

Riana pun menegaskan bahwa, langkah pemecatan bagi para kader yang tidak sejalan atau loyal dengan Partai Demokrat, merupakan hal yang benar dan sah secara AD/ART mekanisme kepartaian, bahkan langkah serupa pasti akan dilakukan di partai politik manapun.

Halaman
12
Penulis: Cipta Permana
Editor: Teguh Kurnia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved