Sabtu, 25 April 2026

Korban Pembacokan Disertai Pembakaran di Pangandaran Minta Bantuan, Barang yang Tersisa Cuma Gerobak

Rina menegaskan, semua barang peralatan di dalam rumah tidak bisa tertolong, karena api cepat membesar.

Penulis: Padna | Editor: Ravianto
padna/tribun jabar
Kondisi Kios di pasar wisata (PW) Blok A Desa Pananjung, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat usai dibakar. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Pasca-pembacokan 5 orang yang disertai pembakaran beberapa Kios di pasar wisata (PW) Blok A Desa Pananjung, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, warga berdatangan melihat kondisi keluarga korban kebakaran.

Tangis haru menyelimuti keluarga korban pembacokan sekaligus pembakaran kios.

Seorang korban kebakaran yang selamat dari Pembacokan, Rina Marlina (28) mengatakan semua peralatan miliknya yang berada di rumah ludes terbakar.

Peralatannya seperti, pakaian,perabotan rumah dan berkas penting seperti KTP, ijazah, BPKB motor dan lainnya.

"Kalau kerugian mungkin sekitar Rp 40 juta, karena seperti kulkas, mesin cuci, TV ada di dalam rumah," ujar Rina Marlina saat ditemui Tribunjabar.id di lokasi TKP, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: Bupati Bandung Barat Aa Umbara Tersangka Korupsi, Ini Pasal yang Menjeratnya

Baca juga: Jejak Karier Aa Umbara Tersangka Dugaan Korupsi Bansos Covid-19, dari Anggota DPRD hingga Bupati KBB

Rina menegaskan, semua barang peralatan di dalam rumah tidak bisa tertolong, karena api cepat membesar.

Rina dan keluarganya mengunci di dalam rumah mereka karena ketakutan.

"Cuma, saat ada api besar dan orang itu naik ke atas atap kios saya bersama keluarga lari jauh keluar rumah," katanya.

Menurut Rina, barang berharga yang tersisa hanya gerobak bakso yang berada di luar rumah.

"Saat kebakaran, keluarga dibantu warga setempat mendorong gerobak ke tempat yang aman. Kalau ingat kejadian, saya merasa takut terus," ucapnya.

Rina berharap, pihak pemerintah ataupun pihak lain dapat membantu dirinya dan keluarga korban lainnya.

"Setidaknya lah, meringankan beban. Soalnya, selain tempat tinggal di sini tempat mata pencaharian saya bersama keluarga. Ini juga bingung, mau kemana lagi karena gak ada tempat tinggal yang lain lagi," kata Ia.

Baca juga: Pemain Garut Ini Tak Gentar Lawan Persib Bandung, Siap Kerja Keras untuk Persiraja Banda Aceh

Baca juga: BOBOTOH Dapat Pujian, Ketua Umum PSSI: Saya Bangga dengan Saudara Saya Suporter di Jabar

Seragam anak juga, habis ikut terbakar. Sedangkan sekarang ini, mulai sekolah tatap muka.

"Sekarang, tidak bisa ikutan dulu sekolah tatap muka karena tidak ada perlengkapan seragamnya," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved